Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Belajar dari si Om Penjual Tas
    Pada Tahun 2014 lalu saya pergi ke salah satu Mall di Surabaya. Dan ditengah-tengah perjalanan saya terhenti di sebuah Toko Tas. Disana saya menemui sepasang suami istri (om dan tacik) pemilik toko. Saat mata mengalihkan pandangan untuk mencari model Tas, saya melihat sebuah laptop nyala dengan Metatrader 4-nya. Dan spontan saya bertanya kepada si Om.
    Saya : "Om, anda seorang trader juga yach?"
    Si Om : "Iya mas, coba-coba aja" jawab si Om
    Kemudian pandangan mata saya menjurus pada MT4 yang sudah terpampang di depan mata. Disana saya melihat Balance akun sebesar $200 dan beberapa OP dengan floating plus hampir TP.
    Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
    Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
    si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
    Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
    si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
    Disana saya terdiam sejenak, semacam ada oase yang tidak pernah saya alami sebelumnya. dan setelah beberapa detik si Tacik mencoba mengajak saya berbicara
    Si Tacik : "Ajarin mas, dia masih baru belajar"
    Saya : "Iya... Cik" jawab saya
    Dalam hati saya menjawab, Cik si Om memang baru belajar tentang Forex Trading. Tapi beliau sudah melampaui saya karena sudah mempunyai Money Management yang sangat tepat. Beliau pun displin mengikuti SOP yang dia kuasai.
    Si Tacik : "ini mas kembaliannya"
    Saya : "Makasih cik"
    Dan kisah ini sampai saat ini membekas dalam diri saya, bahwa trading tidak harus setiap hari, harus fokus pada SOP serta disiplin pada Money Management yang sudah ditetapkan.

    Orang sukses akan mengambil keuntungan dari kesalahan dan mencoba lagi dengan cara yang berbeda
    karena Saat kamu memutuskan tuk tetap berjuang dan berdoa, maka Allah akan mengiringi jalanmu.
    Never Give Up!

    Temukan saya di telegram :MMT_XpProject
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Semuanya menurut saya tergantung pada diri masing masing trader. Si penju tas tersebut memang disiplin mengikuti sop yang di buat karena memang kebutuhan untuk trading hanya sebatas investasi bukan sebagai mata pencharian.bayangkan saja jika trader menjadikan trading forex sebagai mata pencaharian ekonomi.sebagai pekerjaan tetap. Minimal dia akan meresikokam sebagian modalnya demi mendapatkan profit lebih.itu lah mengapa keunggulan trading sistem investasi dari pada sistem pekerjaan

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by yogamegantoro View Post
      Semuanya menurut saya tergantung pada diri masing masing trader. Si penju tas tersebut memang disiplin mengikuti sop yang di buat karena memang kebutuhan untuk trading hanya sebatas investasi bukan sebagai mata pencharian.bayangkan saja jika trader menjadikan trading forex sebagai mata pencaharian ekonomi.sebagai pekerjaan tetap. Minimal dia akan meresikokam sebagian modalnya demi mendapatkan profit lebih.itu lah mengapa keunggulan trading sistem investasi dari pada sistem pekerjaan
      sudah seharusnya sebagai pedagang harus berdagang sesuai dengan sistem perdagangan yang telah dia buat jangan sampai karena memburu keuntungan lalu akhirnya justru malah merugi misalnya kalao model tas sudah jadul maka harus di obral saja artinya akan mengalami kerugian walaupun sedikit daripada tikda laku ,
       

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Tingkat psikologi dan kedisiplinan tiap orang memang berbeda-beda, biasanya kalau usia bertambah maka akan makin bisa menguasainya walaupun tidak mutlak. Namun memang ada sebagian orang yang punya karakter semacam itu, hanya trading kalau ada signal, dan kebetulan signalnya juga mumpuni. Tapi ada juga yang suka ugal-ugalan kalau trading. Setahu saya kalau di awal ada pembelajaran yang bagus maka dalam menjalankan juga akan bagus.

        Comment

        Advanced mode
        • #5 Collapse

          Originally posted by Proxima View Post
          Tingkat psikologi dan kedisiplinan tiap orang memang berbeda-beda, biasanya kalau usia bertambah maka akan makin bisa menguasainya walaupun tidak mutlak. Namun memang ada sebagian orang yang punya karakter semacam itu, hanya trading kalau ada signal, dan kebetulan signalnya juga mumpuni. Tapi ada juga yang suka ugal-ugalan kalau trading. Setahu saya kalau di awal ada pembelajaran yang bagus maka dalam menjalankan juga akan bagus.
          salam pips..
          usia tidak relevan juga dengan tingkat kematangan sisi psikologis seseorang karena banyak sekali orang yang usianya jauh lebih muda tetapi cara pengendalian dirinya jauh lebih baik dari orang yang usianya lebih tua.. karena sisi psikologis termasuk aspek disiplin terbentuk dari pembiasaan yang dilatih dengan baik sehingga membentuk karakter diri.. bagi yang tidak mau melatih dan membiasakannya akan sulit untuk bisa disiplin dan mengendalikan diri.
           

          Comment

          Advanced mode
          • #6 Collapse

            Originally posted by rachmandiksi View Post
            Pada Tahun 2014 lalu saya pergi ke salah satu Mall di Surabaya. Dan ditengah-tengah perjalanan saya terhenti di sebuah Toko Tas. Disana saya menemui sepasang suami istri (om dan tacik) pemilik toko. Saat mata mengalihkan pandangan untuk mencari model Tas, saya melihat sebuah laptop nyala dengan Metatrader 4-nya. Dan spontan saya bertanya kepada si Om.
            Saya : "Om, anda seorang trader juga yach?"
            Si Om : "Iya mas, coba-coba aja" jawab si Om
            Kemudian pandangan mata saya menjurus pada MT4 yang sudah terpampang di depan mata. Disana saya melihat Balance akun sebesar $200 dan beberapa OP dengan floating plus hampir TP.
            Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
            Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
            si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
            Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
            si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
            Disana saya terdiam sejenak, semacam ada oase yang tidak pernah saya alami sebelumnya. dan setelah beberapa detik si Tacik mencoba mengajak saya berbicara
            Si Tacik : "Ajarin mas, dia masih baru belajar"
            Saya : "Iya... Cik" jawab saya
            Dalam hati saya menjawab, Cik si Om memang baru belajar tentang Forex Trading. Tapi beliau sudah melampaui saya karena sudah mempunyai Money Management yang sangat tepat. Beliau pun displin mengikuti SOP yang dia kuasai.
            Si Tacik : "ini mas kembaliannya"
            Saya : "Makasih cik"
            Dan kisah ini sampai saat ini membekas dalam diri saya, bahwa trading tidak harus setiap hari, harus fokus pada SOP serta disiplin pada Money Management yang sudah ditetapkan.
            sebuah pelajaran berharga dari om penjual tas " kedisiplinan dalam menjalankan sebuah trading plan " .
            kedisiplinan adalah sebuah sikap yang harus kita jalankan karena dengan sebuah kedisiplinan kita akan tahu seberapa untung kita jika menggunakan sistem tersebut sehingga jika hasil yang kita peroleh sudah mampu konsisten kita tidak perlu lagi untuk mencari-cari lagi sistem trading yang lain .
            kunjungi Jurnal Trading ijoefx
            ꧁༺i-joe༻꧂

            Comment

            Advanced mode
            • #7 Collapse

              Originally posted by rachmandiksi View Post
              Pada Tahun 2014 lalu saya pergi ke salah satu Mall di Surabaya. Dan ditengah-tengah perjalanan saya terhenti di sebuah Toko Tas. Disana saya menemui sepasang suami istri (om dan tacik) pemilik toko. Saat mata mengalihkan pandangan untuk mencari model Tas, saya melihat sebuah laptop nyala dengan Metatrader 4-nya. Dan spontan saya bertanya kepada si Om.
              Saya : "Om, anda seorang trader juga yach?"
              Si Om : "Iya mas, coba-coba aja" jawab si Om
              Kemudian pandangan mata saya menjurus pada MT4 yang sudah terpampang di depan mata. Disana saya melihat Balance akun sebesar $200 dan beberapa OP dengan floating plus hampir TP.
              Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
              Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
              si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
              Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
              si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
              Disana saya terdiam sejenak, semacam ada oase yang tidak pernah saya alami sebelumnya. dan setelah beberapa detik si Tacik mencoba mengajak saya berbicara
              Si Tacik : "Ajarin mas, dia masih baru belajar"
              Saya : "Iya... Cik" jawab saya
              Dalam hati saya menjawab, Cik si Om memang baru belajar tentang Forex Trading. Tapi beliau sudah melampaui saya karena sudah mempunyai Money Management yang sangat tepat. Beliau pun displin mengikuti SOP yang dia kuasai.
              Si Tacik : "ini mas kembaliannya"
              Saya : "Makasih cik"
              Dan kisah ini sampai saat ini membekas dalam diri saya, bahwa trading tidak harus setiap hari, harus fokus pada SOP serta disiplin pada Money Management yang sudah ditetapkan.
              Sungguh pembelajaran yang sangat inspiratif dari seorang penjual tas,mungkin karena pengalamannya sebagai pedagang yang sudah bertahun tahun,dia tidak mau ambil untung banyak tapi tokonya tetap laris manis..
              Begitu juga waktu dia trading ,ga mau ambil profit banyak dengan menambah Lot,dengan keadaan balance nya yang masih sangat memugkinkan.. Yang penting dipikirnya tidak rugi dan tetap bisa profit..

              Comment

              Advanced mode
              • #8 Collapse

                Tergantung tujuan trader untuk apa om. Kl penjual tas sekelas tacik mungkin cm investasi. Tp kl yang buat makan malah jd ngebuang waktu jika sudah yakin dengan tekhnik kita maka dengan lot besar pun gak masalah.karena terkadang seorang traderpun butuh keberanian,butuh nekat tapi hrus peritungan juga. Tujuan trading merubah hidup dan itu pasti kebanyakan dari kita disini belajar trading.

                Comment

                Advanced mode
                • #9 Collapse

                  Originally posted by rachmandiksi View Post
                  Pada Tahun 2014 lalu saya pergi ke salah satu Mall di Surabaya. Dan ditengah-tengah perjalanan saya terhenti di sebuah Toko Tas. Disana saya menemui sepasang suami istri (om dan tacik) pemilik toko. Saat mata mengalihkan pandangan untuk mencari model Tas, saya melihat sebuah laptop nyala dengan Metatrader 4-nya. Dan spontan saya bertanya kepada si Om.
                  Saya : "Om, anda seorang trader juga yach?"
                  Si Om : "Iya mas, coba-coba aja" jawab si Om
                  Kemudian pandangan mata saya menjurus pada MT4 yang sudah terpampang di depan mata. Disana saya melihat Balance akun sebesar $200 dan beberapa OP dengan floating plus hampir TP.
                  Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
                  Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
                  si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
                  Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
                  si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
                  Disana saya terdiam sejenak, semacam ada oase yang tidak pernah saya alami sebelumnya. dan setelah beberapa detik si Tacik mencoba mengajak saya berbicara
                  Si Tacik : "Ajarin mas, dia masih baru belajar"
                  Saya : "Iya... Cik" jawab saya
                  Dalam hati saya menjawab, Cik si Om memang baru belajar tentang Forex Trading. Tapi beliau sudah melampaui saya karena sudah mempunyai Money Management yang sangat tepat. Beliau pun displin mengikuti SOP yang dia kuasai.
                  Si Tacik : "ini mas kembaliannya"
                  Saya : "Makasih cik"
                  Dan kisah ini sampai saat ini membekas dalam diri saya, bahwa trading tidak harus setiap hari, harus fokus pada SOP serta disiplin pada Money Management yang sudah ditetapkan.
                  Sebuah cerita sekaligus sebuah pembelajaran buat saya gan..memang kedisiplinan seperti itulah seharusnya yg harus dimilik trader untuk dapat bertahan dan berkembang di bisnis forex

                  Comment

                  Advanced mode
                • #10 Collapse

                  Originally posted by gom85 View Post
                  Sebuah cerita sekaligus sebuah pembelajaran buat saya gan..memang kedisiplinan seperti itulah seharusnya yg harus dimilik trader untuk dapat bertahan dan berkembang di bisnis forex
                  salam pips..
                  iya itu cerita yang inspiratif.. dalam trading forex kalau gak ada signal maka tidak ada alasan bagi kita untuk masuk market. semuanya harus sudah terkonsep dan dijalankan dengan penuh kedisiplinan persis apa yang disampaikan oleh penjual es tersebut.. jika kita punya sistem trading yang bagus maka tugas kita adalah mentaatinya saja aturan yang ada di sistem trading tersebut sehingga kita gak ada kebingungan dan keraguan dalam aktifitas trading.
                     

                  Comment

                  Advanced mode
                  • #11 Collapse

                    Originally posted by rachmandiksi View Post
                    Pada Tahun 2014 lalu saya pergi ke salah satu Mall di Surabaya. Dan ditengah-tengah perjalanan saya terhenti di sebuah Toko Tas. Disana saya menemui sepasang suami istri (om dan tacik) pemilik toko. Saat mata mengalihkan pandangan untuk mencari model Tas, saya melihat sebuah laptop nyala dengan Metatrader 4-nya. Dan spontan saya bertanya kepada si Om.
                    Saya : "Om, anda seorang trader juga yach?"
                    Si Om : "Iya mas, coba-coba aja" jawab si Om
                    Kemudian pandangan mata saya menjurus pada MT4 yang sudah terpampang di depan mata. Disana saya melihat Balance akun sebesar $200 dan beberapa OP dengan floating plus hampir TP.
                    Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
                    Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
                    si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
                    Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
                    si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
                    Disana saya terdiam sejenak, semacam ada oase yang tidak pernah saya alami sebelumnya. dan setelah beberapa detik si Tacik mencoba mengajak saya berbicara
                    Si Tacik : "Ajarin mas, dia masih baru belajar"
                    Saya : "Iya... Cik" jawab saya
                    Dalam hati saya menjawab, Cik si Om memang baru belajar tentang Forex Trading. Tapi beliau sudah melampaui saya karena sudah mempunyai Money Management yang sangat tepat. Beliau pun displin mengikuti SOP yang dia kuasai.
                    Si Tacik : "ini mas kembaliannya"
                    Saya : "Makasih cik"
                    Dan kisah ini sampai saat ini membekas dalam diri saya, bahwa trading tidak harus setiap hari, harus fokus pada SOP serta disiplin pada Money Management yang sudah ditetapkan.
                    wahh mantap sekali itu si om omnya, saya sangat apresiasi sekali buat s pm. Saya kira dia suda mempunya kemampuan mengelola emosi, sehingga target yang di dapat pun meski kecil tapi konsisten dan yang terpenti tidak rugi...

                    Comment

                    Advanced mode
                    • #12 Collapse

                      [QUOTE=rachmandiksi;4449920
                      Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
                      Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
                      si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
                      Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
                      si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
                      .[/QUOTE]

                      yang menarik bagi nyubi adalah bagian percakapan ini. Bisa diartikan bahwa sang trader bukan mencari profit semata tapi lebih mementingkan kualitas tredingnya. Faktor mencari profit tidak bisa dipungkiri menjadi alasan utama orang open posisi tanpa perhitungan, tapi dengan treding berkualitas tanpa memikirkan profit harus berapa dollar justru menjadi penyelamat akun menghindari MC. Treding seperti ini jarang sekali bisa dilakukan oleh trader newbie, termasuk nyubi sendiri merasa susah. Rasa gatal ingin klik dan rasa serakah malah menjadi bumerang bagi nyubi sendiri.
                      Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi bagi semua orang, khususnya trader di frum tercinta ini

                      Comment

                      Advanced mode
                      • #13 Collapse

                        Originally posted by rachmandiksi View Post
                        Pada Tahun 2014 lalu saya pergi ke salah satu Mall di Surabaya. Dan ditengah-tengah perjalanan saya terhenti di sebuah Toko Tas. Disana saya menemui sepasang suami istri (om dan tacik) pemilik toko. Saat mata mengalihkan pandangan untuk mencari model Tas, saya melihat sebuah laptop nyala dengan Metatrader 4-nya. Dan spontan saya bertanya kepada si Om.
                        Saya : "Om, anda seorang trader juga yach?"
                        Si Om : "Iya mas, coba-coba aja" jawab si Om
                        Kemudian pandangan mata saya menjurus pada MT4 yang sudah terpampang di depan mata. Disana saya melihat Balance akun sebesar $200 dan beberapa OP dengan floating plus hampir TP.
                        Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
                        Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
                        si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
                        Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
                        si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
                        Disana saya terdiam sejenak, semacam ada oase yang tidak pernah saya alami sebelumnya. dan setelah beberapa detik si Tacik mencoba mengajak saya berbicara
                        Si Tacik : "Ajarin mas, dia masih baru belajar"
                        Saya : "Iya... Cik" jawab saya
                        Dalam hati saya menjawab, Cik si Om memang baru belajar tentang Forex Trading. Tapi beliau sudah melampaui saya karena sudah mempunyai Money Management yang sangat tepat. Beliau pun displin mengikuti SOP yang dia kuasai.
                        Si Tacik : "ini mas kembaliannya"
                        Saya : "Makasih cik"
                        Dan kisah ini sampai saat ini membekas dalam diri saya, bahwa trading tidak harus setiap hari, harus fokus pada SOP serta disiplin pada Money Management yang sudah ditetapkan.
                        belajar money management memang harus didahulukan jika memang benar benar ingin sukses.karena bukan tidak mungkin jika kita mempelajari MM maka kita akan praktik.an juga saat kita trading.jadi jangan cari teknik yang profitable terus namun disiplinkan money management mulai sekarang

                        Comment

                        Advanced mode
                        • #14 Collapse

                          Originally posted by mukaromah 86 View Post
                          belajar money management memang harus didahulukan jika memang benar benar ingin sukses.karena bukan tidak mungkin jika kita mempelajari MM maka kita akan praktik.an juga saat kita trading.jadi jangan cari teknik yang profitable terus namun disiplinkan money management mulai sekarang
                          Dari cerita inspirasi yang agan bagikan diatas membuat saya membuka mata dan dipikiran saya..

                          Tentang apa itu bisnis forex..
                          Kita bisa mengambil pelajaran diatas tentang makna dan penerapan MM yang ideal, dan juga terdapat sisi baiknya yang terkadang saya sendiri sering melupakan atau menyepelekan , yaitu tidak sekarah ketika berhadapan dengan market...
                          Karena jarang bagi kita untuk tidak merasa dan melakukan hal serakah, memang terkadang adalah moment bagus yang sayang bila terlewat, namun juga terkadang seperti belati bermuka dua yang menikam bila salah langkah sedikit pun...


                          Salam pips......
                          >>>>>klik disini<<<<<

                          Arief16c trading journal

                          Comment

                          Advanced mode
                          • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
                          • #15 Collapse

                            Originally posted by rachmandiksi View Post
                            Pada Tahun 2014 lalu saya pergi ke salah satu Mall di Surabaya. Dan ditengah-tengah perjalanan saya terhenti di sebuah Toko Tas. Disana saya menemui sepasang suami istri (om dan tacik) pemilik toko. Saat mata mengalihkan pandangan untuk mencari model Tas, saya melihat sebuah laptop nyala dengan Metatrader 4-nya. Dan spontan saya bertanya kepada si Om.
                            Saya : "Om, anda seorang trader juga yach?"
                            Si Om : "Iya mas, coba-coba aja" jawab si Om
                            Kemudian pandangan mata saya menjurus pada MT4 yang sudah terpampang di depan mata. Disana saya melihat Balance akun sebesar $200 dan beberapa OP dengan floating plus hampir TP.
                            Saya : "Om, Balance segini kok pake lot 0,01?" tanya saya sambil setengah meledek
                            Tetapi si Om tetap tenang dan dengan santainya dia menjawab
                            si Om : "ya nggak apa-apa mas, yang penting balance saya gak rugi"
                            Saya : "Kok gak entri aja lagi om, Hedging gitu"
                            si Om : "Gak usah dah mas, khan masih belum ada sinyal dari indikator"
                            Disana saya terdiam sejenak, semacam ada oase yang tidak pernah saya alami sebelumnya. dan setelah beberapa detik si Tacik mencoba mengajak saya berbicara
                            Si Tacik : "Ajarin mas, dia masih baru belajar"
                            Saya : "Iya... Cik" jawab saya
                            Dalam hati saya menjawab, Cik si Om memang baru belajar tentang Forex Trading. Tapi beliau sudah melampaui saya karena sudah mempunyai Money Management yang sangat tepat. Beliau pun displin mengikuti SOP yang dia kuasai.
                            Si Tacik : "ini mas kembaliannya"
                            Saya : "Makasih cik"
                            Dan kisah ini sampai saat ini membekas dalam diri saya, bahwa trading tidak harus setiap hari, harus fokus pada SOP serta disiplin pada Money Management yang sudah ditetapkan.
                            Betul sekali itu..
                            Terkadang kita harus belajar dari orang" di sekitar kita.
                            Trading memang bisa menghasilkan banyak $.
                            Tpi INGAT.
                            Trading itu Pedang Bermata DUA.
                            Kalo tidak bisa menggunakan dengan Benar.. Pasti diri sendiri yang Terbunuh..
                            Siapa Lawan Kita ?
                            Bukan MARKET.. Tapi DIRI KITA sendiri...
                            Thanks

                            Comment

                            Advanced mode
                            • Online

                              Working...
                              X