Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Mengenal The Game Changer: Ethereum 2.0
    Mengenal The Game Changer: Ethereum 2.0
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Konsep dari ethereum sebagai mata uang digital saat ini masih populer dengan beberapa versi. Pada 4 November 2020 telah diluncurkan ethereum 2.0 yang secara resmi dirilis dengan beberapa persamaan dari bidang road map hingga akhirnya diperhitungkan sebagai satu peningkatan ethereum blockchain. Dari awal diciptakan ada beberapa poin penting untuk bisa diperhatikan sebagai modal tepat untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi, hingga skalabilitas jaringan ethereum. Pada faktanya mengenali the game changer: ethereum 2.0 ini juga memberi peluang cukup besar dari dunia investasi ataupun aspek lainnya. Peluang dari mendapat akses blockchain ethereum saat ini bisa diandalkan untuk memproses lebih banyak transaksi. Bahkan ada potensi pengurangan kemacetan dari semua uraian jaringan hingga mendapat pembaruan dari semua konfirmasi kemajuan ethereum hingga fitur lengkapnya saat ini. Waktu Rilis Ethereum 2.0 Secara tidak langsung peluncuran dari ethereum 2.0 ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 silam. Kemudian ethereum ini berhasil menarik banyak minat karena memang kemampuannya sebagai aset kripto namun juga dari platform terdesentralisasi membuat ethereum semakin digemari. Banyak hal bisa dicermati sebagai data-data penting di dalam halaman Consensus hingga memberi informasi di bulan Mei 2020 jumlah pengguna DApps mencapai angka 31.590. Bentuk dari angka tersebut masih diprediksi akan terus bertambah karena banyaknya jumalh dari project token yang kemungkinan besar masih terus dirilis. Dalam hal penggunaannya, ada data dari halaman statista pada 14 Februari 2021 yang mana memperlihatkan ada volume transaksi dari jaringan ethereum mencapai angka 1.19 juta per harinya. Dari jumlah total peningkatan pengugna tersebut akan memberi proses transaksi lebih lambat. Tidak hanya itu, dari aspek gas fee sendiri juga semakin meningkat ketika ada aplikasi pengembang yang semakin tinggi bahkan kompleks. Terlebih lagi dari akses dan juga basis pengguna dari aplikasi tersebut akan terus bertambah. Tidak hanya itu, masih ada bentuk persoalan dimana ethereum tersebut menjadi salah satu opsi dari nilai ketergantungan di dalam aplikasi hingga adanya strategi blockchain. Bahkan dari sebuah server ethereum mengalami down, tentu membuat performa dari smart contract masih terus ikut turun. Tidak hanya dari pengembang, tetapi ada beberapa pihak juga mengalami dampak cukup besar terutama dari sisi peningkatan fungsionalitas blockchain sendiri. Sebab, ketika kondisi ETH ini mengalami momen hard fork, pastinya jumlah token yang dibuat pemegang masih mendapat pengaruh cukup besar. Perbedaan dari Ethereum dan Ethereum 2.0 Sampai saat ini tipe dari ethereum 2.0 ini masih memiliki beberapa perubahan cukup mendasar di sebuah struktur hingga desain dibanding versi sebelumnya. Selalu ada perubahan utama dari ethereum 2.0 yang mana menjadi satu peralihan di sebuah konsensus proof of work hingga menjadi proof of stake hingga sharding. Adanya ethereum 2.0 ini diharapkan bisa meningkatkan kecepatan transaksi dari jumlah 15 TPS ataupun transaction per second yang menjadi nominal 100.000 TPS. Bentuk dari proof of work ini menjadi bentuk dasar dari algoritma konsensus asli di sebuah jaringan blockchain ethereum. Kemudian bentuk dari konensus tersebut juga memiliki fungsi sebagai satu proses verifikasi persyaratan hingga pekerjaan yang sudah diselesaikan. PoW sendiri telah memberi informasi mengenai proses tepat untuk bisa mengamankan jaringan. Dari pengamanan jaringan ini penambang ethereum sendiri perlu menyelesaikan teka teki matematis. Bila berhasil memecahkan operasi matematis tersebut akan ada reward yang bisa diakses sebagai satu keuntungan. Adanya sistem proof of stake memang masih menggunakan konsep staking ataupun penguncian aset. Dari adaptasi konsep tersebut penambang masih bisa membuka perhitungan dari sisi nilai aset hingga menghindari penalti. Sistem PoS di versi ethereum 2.0 ini sudah diterapkan memanfaatkan epoch yang dikenal sebagai kumpulan dari 32 block yang sudah dimiliki oleh aktor di sebuah jaringan. Epoch ini menjadi satu aspek utama dimana validator mencapai 6.4 menit. Dari satu epoch inilah dianggap sebagai modal tepat untuk proses validasi sampai terdapat dua epoch hingga mendapat perkembangan secara tepat. Jumlah dari epoch ini menjadi cerminan bahwa ada beberapa waktu untuk bisa berlangsung di sebuah jaringan termasuk seperti apa data-data waktu saat semua transaksi mencapai kata final. Bentuk dari sistem baru membuat PoS menjadi salah satu poin tepat untuk menghemat energi. Sebab dari PoS sendiri masih bisa membuka penggunaan komputasi berat menjadi lebih ringan. Sedangkan dalam aspek keamanan sendiri sistem PoS sendiri telah memberi peningkatan sistem keamanan blockchain ethereum 2.0. Sedangkan pada kumpulan validator membuat sistem terpusat semakin efektif, sehingga ethereum 2.0 masih bisa dikembalikan ke sebuah sistem terdesentralisasi, hingga ada pembaruan membutuhkan 16.384 validator. Ada beberapa kabar bahwa dari ethereum foundation sudah mempersiapkan tim keamanan khusus untuk ethereum 2.0 kemudian tindakan tersebut juga dilakukan untuk bisa menilai seperti apa kemungkinan dari semua aspek masalah keamanan siber di sebuah aset kripto. Pada dasarnya beberapa akun media sosial ternama seperti halnya Justin Drake sendiri mengatakan bahwa ada proses mencari peserta yang ingin bergabung di tim khusus ethereum 2.0. hanya saja sampai sekarang belum ada titik temu dari tim khusus tersebut hingga dari keamanan ethereum 2.0 ini masih dilakukan oleh organisasi termasuk perusahana keamanan blockchain. Mencermati Pergerakan Fase Ethereum 2.0 Bentuk perkembangan dari fase ethereum sendiri memberi perhitungan penting yang selama ini diperhitungkan. Dari awal ada perhitungan berbeda dari semua fasenya. Baik dari fase 0, 1 sampai 2 sekalipun menjadi bentuk penting untuk memperoleh hasil terbaik dan mencapai semua tujuan. 1. Fase 0 Banyak poin utama dimana fase 0 ini menjadi fase pertama di dalam ethereum 2.0. Selanjutnya, fase 0 ini juga memberi poin berbeda, hingga sanggup merilis beacon chain. Sedangkan dari sistem beacon chain ini masih menetapkan dan memerilahara semua metode konsensus hingga butki kepemilikan. Pada April 2020 beacon chain ini sudah dirilis pada testnet yang dikenal sebagai sapphire. Bisa diperhitungkan bahwa dari testnet network tersebut juga menjadi bagian utama dalam mencakup aspek-aspek baru di dalam ethereum hingga berfungsi untuk dapat stimulasi blockchain ETH sendiri. Bentuk testnet sudah dicermati dan berfungsi untuk wadah bagi semua developer dalam mengunggah semua percobaannya. Sehingga ada interaksi dari smart contract tanpa harus membayar gas fee. Proses dari perkembangan ethereum 2.0 ini membutuhkan kurang lebih 264.144 validator baru. Kemudian ada kemungkinan dari masing-masing validator juga memiliki 32 ETH di setiap prosesnya. Kebutuhan dari jaringan ethereum sendiri masih membutuhkan bahan baku mencapai 8.388.608 ETH. Bentuk dari fase 0 ini sudah dipersiapkan sebagai modal tepat untuk validator hingga memberi tugas cukup efektif untuk bisa memisahkan semua shard chain berbeda-beda. Dari fase 0 ini disebut sebagai fase bootstarp yang mana mekanisme hingga sistem konsensus baru di dalam bootstrap secara paralel ini memberi aspek baru sebagai sistem yang dianggap lama. 2. Fase 1 Pada bentuk fase 1 ini memberi shard chain yang selama ini menjadi solusi terhadap skalabilitas shard dengan jumlah 64 mini blockchain. Dalam hal ini ada beberapa informasi mencermati adalah hal baru untuk bisa dipisahkan antara blockchain ethereum dan aspek lainnya. Bentuk dari rantai shard ini masih bisa beroperasi secara paralel sehingga dapat meningkatkan throughput transaksi. Bahkan ke depan ada potensi mengurangi bottleneck time hingga nantinya sanggup meningkatkan skalabilitas jaringan. Dari standar shard chain ini juga bisa meningkatkan kecepatan transaksi di beberapa puluhan menjadi ribuan. Bahkan selama ini puluhan ribu transaksi di satu detik saja bisa diperhitungkan dengan fase 1. Dalam fase 1 ini ethereum sendiri bisa memproses transaksi lebih banyak secara bersamaan. Bentuk dari setiap transaksi akan diproses menggunakan shard chain selama jangka waktu tertentu. Sehingga kemudian mengunakan momen untuk bisa ditransfer secara acak di pecahan lainnya. Maka dari itu, saat ada proses pemisahan shard chain ini sudah selesai maka fase berikutnya akan memberi implementasi dasar PoS ke dalam satu sistem. 3. Fase 1.5 Kemungkinan besar dari fase 1.5 ini memberi pengembang untuk dapat mengaktifkan transfer ETH di sebuah jaringan. Secara tidak langsung ada gabungan di dalam metode PoW sebelum rantai PoS lebih baru. Bahkan dari setiap pengguna ethereum sendiri dan aplikasi Dapps memberi opsi tepat dari sistem masukan blockchain secara tepat dan mulus. Sehingga ada bukti kepemilikan lebih baru hingga akhirnya pengguna bisa memanfaatkan aset kripto ETH sendiri di level ethereum 2.0 lebih mudah tanpa harus memanfaatkan koin ether lama. 4. Fase 2.0 Terakhir ada fase 2.0 yang mana bentuk dari fase 2.0 ini masih belum banyak informasi bisa didapatkan. Hanya saja ada upaya perubahan dari fase 2.0 yang mana masih butuh waktu lebih banyak dalam mencapai beberapa perhitungan lebih matang. Dari fase 2.0 tersebut ada proses transaksi kemudian implementasi dari smart contract hingga hosting di dalam aplikasi terdesentralisasi. Hingga akhirnya ada beberapa data yang semestinya bisa dikembangkan dan akhirnya memberi poin tepat untuk menyediakan fitur sebagai membuat lingkungan eksekusi baik dari protokol di dalam blockhain lain baik dari bitcoin juga mengalami perkembangan. Bentuk Potensi Ethereum di Masa Depan Belum banyak perhitungan dari sistem ethereum di masa depan yang kemungkinan besar masih memberi versi berbeda. Dari teknologi inovatif inilah ada pergerakan cepat yang membaut smart ledger dan dApps ini memberi pertambahan lebih cepat hingga membuka gerakan social distancing dalam waktu satu tahun belakangan. Versi dari digitalisasi kehidupan sehari-hari membuat metode pembayaran ethereum 2.0 ini bisa memberi contoh pengembangan blockchain dan juga smart contract terutama dari sisi desentralisasi. Begitu juga dari adanya road mal untuk versi ethereum 2.0 ini bisa memberi banyak poin untuk bisa menggeluti dari semua bentuk industri kripto lebih efektif dan akhirnya mampu melihat masa depan blockchain secara langsung dan efektif untuk mengerti seperti apa sumber data dari NFT.

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      kalau yang disebutkan di atas duanya jalan di sistem yang beda, berarti walopun namanya mirip bisa jadi dua jenis kripto yang berbeda, jika yang ada di dunia lebih dari 100 jenis cripto maka akan sulit bagi jenis kripto tertentu untuk berkembang karena tidak bersifat ekslusif lagi

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X