Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Apa Saja Indikator Untuk Menentukan Trend?
    Apa Saja Indikator Untuk Menentukan Trend?
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Trend dalam pasar trading merupakan arah yang paling dominan dari pergerakan harga. Secara sederhana, jika ilustrasinya meningkat, maka trend akan naik. Begitupun sebaliknya, jika harga menurun maka trend pun akan turun. Kemampuan menganalisa trend harus didalami semua trader. Bahkan inilah yang menjadi pembeda antara trader ahli dan pemula. Semua market memiliki trend, baik crypto maupun forex. Bisa dikatakan bahwa trend ini menjadi rekam jejak harga yang disajikan dalam bentuk grafik dengan kecondongan mengarah ke atas (uptrend) dan condong ke bawah (downtrend). Bukan hanya condong ke dua arah saja, dalam trading dikenal pula sideways, di mana pada kondisi tersebut trend menjadi sulit untuk diprediksi. Bagaimana Mengetahui Arah Trend Dalam pasar, trend tidak selalu bergerak teratur secara terus menerus. Ada satu kondisi dimana pergerakan harga tidak bisa ditebak arahnya. Biasanya kondisi terjadi karena pergerakan yang terjadi berada dalam rangkaian gelombang zig zag dalam satu tren yang tengah berlangsung. Ini dipengaruhi oleh kekuatan antara seller dan buyer yang terus berganti. Trader pemula seringkali bingung dalam menentukan trend mengalami pergerakan ke arah mana. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah cara mengetahui arah trend yang mungkin perlu Anda ketahui: 1.Tentukan Time Frame Terlebih Dahulu Anda bisa menemukan time frame di setiap trend yang berlangsung. Semakin kecil time frame, maka akan semakin cepat pula trend berganti. Biasanya, setiap trader memiliki masing-masing 2 major timeframe. Pertama adalah timeframe besar, yang berguna untuk mengetahui trend jangka panjang dan time frame kecil berguna untuk melakukan entry. Dalam platform trading biasanya terdapat yang namanya tools trendline. Ini bisa Anda manfaatkan untuk melihat petunjuk visual arah trend terbaru. Cara menggunakannya cukup mudah, yakni dengan menarik garis trendline mengikuti swing point (titik dimana harga mulai berayun tajam). 2.Lakukan Perbandingan Titik Harga Tertinggi dan Terendah Selama Periode Waktu Tertentu Selain memanfaatkan trendline untuk melihat arah trend terkini, Anda juga bisa mengamati pergerakan harga pada candlestick untuk dijadikan patokan dalam menentukan arah trend. Contohnya, uptrend dikenali dari titik harga tertinggi dan harga terendah yang terus mengalami kenaikan. Sedangkan, tren menurun ditandai dengan harga tertinggi dan terendah terus mengalami penurunan. Apa Saja Indikator Untuk Menentukan Trend? Sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan trader dalam memprediksi arah trend yang berlangsung atau akan terjadi kedepannya. Baik dengan menggunakan tools, juga berbagai metode dan indikator dalam analisis teknikal. Tidak semua jenis indikator bisa digunakan untuk menentukan arah trend. Namun, berikut ini beberapa jenis yang bisa Anda gunakan: 1.Moving Average Moving average bagi trader bukan lagi suatu hal yang awam didengar. Bahkan karena seringnya digunakan, indikator satu ini sudah menjadi hal wajib untuk dipelajari oleh setiap trader, baik pemula sampai yang sudah ahli. Moving average adalah rata-rata bergerak, dan dapat mewakili cost average dari jumlah waktu tertentu candlestick. MA terdiri beberapa variasi yang bisa dikreasikan sendiri oleh masing-masing trader. Indikator MA mudah digunakan untuk menentukan arah trend. Jika melihat grafik, apabila harga naik ke atas moving average maka hal tersebut menandakan trend sedang naik. Contohnya, indikator 50 MA menggambarkan nilai rata-rata dari 50 candlestick pada periode harian terakhir. Anda akan sangat terbantu untuk melihat trend secara keseluruhan atau terfokus pada titik tertentu saja dengan memanfaatkan indikator sejuta umat ini. 2.MACD Berikutnya ada indikator MACD atau singkatan dari Moving Average Convergence/Divergence yang merupakan metode lain yang cukup sederhana untuk menentukan arah trend terkini dalam trading forex. Berpatokan pada grafik MACD, apabila poin 0 dilewati, maka MACD mengindikasikan awal dari sebuah trend baru. Jika harga trend sedang naik sedangkan trend bergerak pada sektor negatif, itu menandakan trend sedang turun. Pada dasarnya, MACD tidak membedakan antara trend lemah dan kuat. Meskipun pada versi terbaru MACD, terdapat garis sinyal, namun hanya sektor yang mengindikasikan trend umum saja yang termasuk di dalamnya. Untuk anda yang baru dalam dunia trading, sebaiknya menggunakan trend yang mencapai garis sinyal. Tren jenis ini lebih handal kinerjanya dibandingkan yang lain. Secara umum, MACD ini hampir mirip dengan Simple Moving Average (SMA). Perbedaannya terletak pada tambahan fitur pada MACD yang mampu memberikan gambaran pergerakan harga dengan lebih baik kepada trader. Sederhananya, jika MACD bergerak ke arah yang positif, maka hal tersebut bisa diartikan sebagai sinyal beli. Sedangkan, jika bergerak ke arah yang negatif, maka MACD menunjukkan sinyal jual. Biasanya, indikator satu ini digunakan sebagai komplementer untuk melengkapi indikator lain untuk mendapatkan hasil analisa yang maksimal. 3.Momentum Indikator yang juga dapat digunakan untuk menentukan arah trend adalah momentum. Meskipun indikator ini cukup jarang digunakan dalam hal arah trend, namun tetap bisa dipakai asalkan tahu bagaimana cara membaca dan menggunakannya. Momentum bisa digunakan untuk mengukur kecepatan perubahan harga yang seringkali mendahului awal trend terbaru. Pada dasarnya, momentum ini sedikit mirip dengan trend dan bisa digunakan sebagai alat bantu untuk memprediksi tren, namun kurang tepat jika ingin disandingkan dengan berbagai indikator lainnya. Untuk memprediksi trend arahnya kemana, memang diperlukan indikator yang secara khusus bisa menganalisisnya. Bukan hanya itu saja, pengetahuan lain seputar berita atau peristiwa terkini yang berpengaruh besar terhadap pergerakan harga di pasar forex maupun cryptocurrency. 4.Analisis Visual Cara sederhana lain yang bisa dicoba adalah menggunakan metode analisis visual. Proses menganalisa ini mengandalkan grafik sebagai informasi untuk mendeteksi arah trend. Adapun caranya yakni dengan mengenali nilai tinggi pada segmen yang ada dalam grafik. Sebaliknya, kenali pula nilai rendah segmen pada grafik lalu tarik satu garis lurus melewati nilai tinggi dan garis lainnya melewati nilai rendah. Adapun problem dari metode adalah ukuran sampel yang digunakan. Trend harus berlangsung relatif lama untuk bisa mengidentifikasi arah trend. 5.Relative Strength Index (RSI) Berikutnya ada indikator RSI yang bisa digunakan untuk melihat trend market. RSI dan MACD secara prinsip hampir serupa, namun informasi yang disajikan keduanya berbeda. Indikator RSI bekerja pada skala 0 sampai 100. Namun, banyak trader yang membuat area oversold dan overboughtnya sendiri pada skala 30 banding 70. Saat harga pada histogram berada di atas 70, Anda bisa mengartikannya sebagai kondisi overbought. Sedangkan untuk yang berada 30, maka itu menandakan kondisi pasar dalam keadaaan oversold. Apabila tren pasar sedang kuat, maka harga akan bertahan dalam waktu yang relatif lama pada kondisi oversold dan overbought. Ini dapat menguntungkan Anda karena semakin lama waktu untuk bisa mempertimbangkan keputusan seperti apa yang akan diambil selanjutnya. Kondisi diatas cuku jarang terjadi karena harga biasanya hanya bertahan sesaat pada kondisi tersebut. Jika sudah seperti itu, anda harus cepat mengambil keputusan entry atau melakukan analisis untuk meleverage dana yang dimiliki. Akan lebih baik jika Anda mengkombinasikan RSI dengan MACD untuk mendapatkan hasil analisa tren maksimal. 6.On Balance Volume (OBV) Indikator terakhir yang bisa Anda gunakan untuk melihat tren adalah OBV (On Balance Volume). OBV ini dibuat khusus untuk mengukur kompilasi volume dalam satu grafis. Menggunakan indikator OBV ini, Anda bisa mengukur volume kumulatif penjualan dan pembelian dengan menambah formulasi. Idealnya, OBV ini bisa mengonfirmasi arah trend, di mana kenaikan harga harus disertai dengan kenaikan OBV begitupun sebaliknya. Apabila tidak terjadi premis ideal, harga pada umumnya akan mengikuti harga OBV sehingga trader bisa memprediksikan trend berdasarkan kondisi ini. Premis ideal dari OBV ini adalah ketika OBV naik namun harganya tidak, maka kemungkinan harga akan mengikuti on balance volume di masa depan dan mulai naik. Sebaliknya, jika harga turun dan OBV datar atau naik, maka harganya bisa mendekati dasar. Demikianlah beberapa informasi mengenai indikator yang bisa Anda gunakan untuk memprediksi tren pasar. Ulasan diatas hanya sebagai referensi dan tidak bisa memberi jaminan 100% hasil yang akurat. Keahlian membaca indikator dan mengkombinasikannya dengan berbagai komponen dan metode lain bisa menjadi salah satu cara yang tepat untuk mendapatkan arah trend yang akurat.

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X