Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
This topic is closed.
X
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Askong bong Trading Journal
    Euro Tak Bertenaga, Pound Terus Merosot

    Pound anjlok pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup di bawah 1.35. Kondisi yang sama juga ditunjukkan oleh Euro. Hari ini (05/November), sentimen bearish masih menghinggapi GBP/USD dan EUR/USD jelang rilis NFP as. Hasil data ketenagakerjaan tersebut sangat diantisipasi pasar untuk memproyeksikan outlook kenaikan suku bunga the fed ke depan.

    Outlook EUR/USD

    Secara teknikal, penguatan dolar us kemarin membuat Euro anjlok dan mendarat jauh di bawah level S1 harian. Hari ini, harga belum menunjukkan momentum yang meyakinkan sehingga cenderung lemah di bawah resistance EMA 200. Analis EXCO memperkirakan harga jatuh lebih lanjut di bawah 1.152 jika bias bearish terus bertahan. Di sisi lain, target terdekat EUR/USD jika mengalami koreksi bullish adalah level EMA 200.



    Outlook GBP/USD

    Setelah tersungkur hingga menembus 1.35, GBP/USD tak kunjung berbalik naik. Pair ini justru terancam melanjutkan pergerakan bearish ke 1.34. Sebagai skenario balikan, waspadai apabila Sterling menguat dan mencapai EMA 77.



    EXCO adalah broker yang berkomitmen untuk memberikan transparansi serta kenyamanan trading forex, komoditas, saham, indeks, dan mata uang kripto. Layanan tersebut dilengkapi dengan leverage hingga 1:500 dan spread mulai dari 0.5 pips di akun ECN.
    1. Harga berada di bawah kurva resistance EMA 55 dan kurva middle band indikator Bollinger Bands.
    2. Titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
    3. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OsMA berada di bawah level 0.00.
    4. Kurva indikator RSI masih berada di bawah center line (level 50.0).
    5. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Askong bong View Post
    Euro Tak Bertenaga, Pound Terus Merosot

    Pound anjlok pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup di bawah 1.35. Kondisi yang sama juga ditunjukkan oleh Euro. Hari ini (05/November), sentimen bearish masih menghinggapi GBP/USD dan EUR/USD jelang rilis NFP as. Hasil data ketenagakerjaan tersebut sangat diantisipasi pasar untuk memproyeksikan outlook kenaikan suku bunga the fed ke depan.

    Outlook EUR/USD

    Secara teknikal, penguatan dolar us kemarin membuat Euro anjlok dan mendarat jauh di bawah level S1 harian. Hari ini, harga belum menunjukkan momentum yang meyakinkan sehingga cenderung lemah di bawah resistance EMA 200. Analis EXCO memperkirakan harga jatuh lebih lanjut di bawah 1.152 jika bias bearish terus bertahan. Di sisi lain, target terdekat EUR/USD jika mengalami koreksi bullish adalah level EMA 200.



    Outlook GBP/USD

    Setelah tersungkur hingga menembus 1.35, GBP/USD tak kunjung berbalik naik. Pair ini justru terancam melanjutkan pergerakan bearish ke 1.34. Sebagai skenario balikan, waspadai apabila Sterling menguat dan mencapai EMA 77.



    EXCO adalah broker yang berkomitmen untuk memberikan transparansi serta kenyamanan trading forex, komoditas, saham, indeks, dan mata uang kripto. Layanan tersebut dilengkapi dengan leverage hingga 1:500 dan spread mulai dari 0.5 pips di akun ECN.
    1. Harga berada di bawah kurva resistance EMA 55 dan kurva middle band indikator Bollinger Bands.
    2. Titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
    3. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OsMA berada di bawah level 0.00.
    4. Kurva indikator RSI masih berada di bawah center line (level 50.0).
    5. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.


    Selamat pagi om Askong.
    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.



    Outlook perdagangan pair GBPUSD di hari Senin mendatang.



    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas ulasan yang sudah di distribusikan di tread trading journal harian ini. Tidak lupa saya ingin mengucapkan selamat atas pembukaan tread trading journal harian ini. Tentunya harapan saya agar tread trading journal harian ini bisa memberikan manfaat maupun dampak positif untuk aktivitas perdagangan yang akan kita jalankan.


    Outlook perdagangan pair GBPUSD pada grafik perdagangan di timeframe H1.



    Pada grafik perdagangan di timeframe H1 saat ini untuk pasangan mata uang GBPUSD tengah mengalami perubahan trend yang mana yang saya maksud adalah perubahan dari trend bearish menuju trend bullish reversal trend. Dimana setelah menemukan area support baru di harga 1.3420 sampai 1.3430 pair GBPUSD pada grafik perdagangan di timeframe H1 membentuk pola golden cross antara indikator EMA periode 7 dengan indikator EMA periode 14. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan order buy. Namun opsi sell juga bisa kita lakukan jika support di harga 1.3460 sampai 1.3450 berhasil di breakout kembali oleh pihak seller.
     

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      NFP AS Naik Di Atas Ekspektasi, Dolar Menguat Terbatas

      Data Non Farm Payroll (NFP) AS dilaporkan naik melebihi ekspektasi. Berdasarkan rilis data Departemen Ketenagakerjaan AS Jumat (05/November) malam ini, NFP AS meningkat 351,000 pada bulan Oktober, lebih tinggi daripada konsensus 450,000. NFP AS bulan sebelumnya juga direvisi naik dari 194,000 menjadi 312,000.



      Kasus infeksi COVID-19 yang melanda AS pasca musim panas lalu tampaknya telah berkurang. Oleh karena itu, aktivitas ekonomi beranjak naik dan mulai mendapatkan momentum. Sayangnya, Outlook yang cerah tersebut dibayangi oleh masih tingginya tingkat Pengangguran di AS. Ketenagakerjaan AS masih memerlukan 4.2 juta lapangan kerja lagi untuk kembali ke posisi Februari 2020, saat pandemi belum melanda.

      Selain data NFP, data Ketenagakerjaan AS yang dirilis malam ini adalah data Pendapatan Rata-Rata (Average Hourly Earnings) dalam basis bulanan yang tumbuh sesuai ekspektasi 0.4% pada bulan Oktober. Data Tingkat Pengangguran turun dari 4.8% menjadi 4.6%, lebih baik daripada ekspektasi 4.7%.


      Meski Sedikit Tergelincir, Dolar AS Bertengger Di Level Tinggi

      Penguatan data NFP AS dianggap sebagai tambahan bukti bagi Federal Reserve AS yang kemarin telah memulai tapering , bahwa pemulihan ekonomi semakin membaik. Dolar AS melonjak ke level tinggi lebih dari satu tahun beberapa saat setelah rilis data Non Farm Payroll (NFP) AS tersebut. Namun saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS diperdagangkan di 94.3, tergelincir 0.02% karena penguatan saham-saham.



      Laporan payroll sejalan dengan pernyataan Powell pada konferensi pers Fed kemarin. Ia mencatat bahwa kenaikan pekerjaan sebesar ini, konsisten dengan harapan untuk membuat kemajuan lebih lanjut yang substansial," tulis tim analis TD Securities dalam sebuah catatan. Mereka menambahkan bahwa kondisi tersebut juga sesuai untuk penguatan Dolar AS terkait dengan tren musiman bulan November.
       

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Originally posted by Askong bong View Post
        NFP AS Naik Di Atas Ekspektasi, Dolar Menguat Terbatas

        Data Non Farm Payroll (NFP) AS dilaporkan naik melebihi ekspektasi. Berdasarkan rilis data Departemen Ketenagakerjaan AS Jumat (05/November) malam ini, NFP AS meningkat 351,000 pada bulan Oktober, lebih tinggi daripada konsensus 450,000. NFP AS bulan sebelumnya juga direvisi naik dari 194,000 menjadi 312,000.



        Kasus infeksi COVID-19 yang melanda AS pasca musim panas lalu tampaknya telah berkurang. Oleh karena itu, aktivitas ekonomi beranjak naik dan mulai mendapatkan momentum. Sayangnya, Outlook yang cerah tersebut dibayangi oleh masih tingginya tingkat Pengangguran di AS. Ketenagakerjaan AS masih memerlukan 4.2 juta lapangan kerja lagi untuk kembali ke posisi Februari 2020, saat pandemi belum melanda.

        Selain data NFP, data Ketenagakerjaan AS yang dirilis malam ini adalah data Pendapatan Rata-Rata (Average Hourly Earnings) dalam basis bulanan yang tumbuh sesuai ekspektasi 0.4% pada bulan Oktober. Data Tingkat Pengangguran turun dari 4.8% menjadi 4.6%, lebih baik daripada ekspektasi 4.7%.


        Meski Sedikit Tergelincir, Dolar AS Bertengger Di Level Tinggi

        Penguatan data NFP AS dianggap sebagai tambahan bukti bagi Federal Reserve AS yang kemarin telah memulai tapering , bahwa pemulihan ekonomi semakin membaik. Dolar AS melonjak ke level tinggi lebih dari satu tahun beberapa saat setelah rilis data Non Farm Payroll (NFP) AS tersebut. Namun saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS diperdagangkan di 94.3, tergelincir 0.02% karena penguatan saham-saham.



        Laporan payroll sejalan dengan pernyataan Powell pada konferensi pers Fed kemarin. Ia mencatat bahwa kenaikan pekerjaan sebesar ini, konsisten dengan harapan untuk membuat kemajuan lebih lanjut yang substansial," tulis tim analis TD Securities dalam sebuah catatan. Mereka menambahkan bahwa kondisi tersebut juga sesuai untuk penguatan Dolar AS terkait dengan tren musiman bulan November.
        pagi om aksong bong, sebenarnya ditinjau dari tapering kemarin usdx masih memiliki kemungkinan yang cukup besar sekali untuk terus didominasi oleh tekanan buyer di hari Senin mendatang jadi kemungkinan untuk US Dollar masih akan terus menguat terhadap pasangan mata uang lainnya, berdasarkan nfp kemarin untuk usdx mengalami volume buyers yang sangat kuat senin nanti plan saya buy usdxxx dan sell xxxusd.

        Comment

        Advanced mode
        • #5 Collapse

          Originally posted by Askong bong View Post
          NFP AS Naik Di Atas Ekspektasi, Dolar Menguat Terbatas

          Data Non Farm Payroll (NFP) AS dilaporkan naik melebihi ekspektasi. Berdasarkan rilis data Departemen Ketenagakerjaan AS Jumat (05/November) malam ini, NFP AS meningkat 351,000 pada bulan Oktober, lebih tinggi daripada konsensus 450,000. NFP AS bulan sebelumnya juga direvisi naik dari 194,000 menjadi 312,000.



          Kasus infeksi COVID-19 yang melanda AS pasca musim panas lalu tampaknya telah berkurang. Oleh karena itu, aktivitas ekonomi beranjak naik dan mulai mendapatkan momentum. Sayangnya, Outlook yang cerah tersebut dibayangi oleh masih tingginya tingkat Pengangguran di AS. Ketenagakerjaan AS masih memerlukan 4.2 juta lapangan kerja lagi untuk kembali ke posisi Februari 2020, saat pandemi belum melanda.

          Selain data NFP, data Ketenagakerjaan AS yang dirilis malam ini adalah data Pendapatan Rata-Rata (Average Hourly Earnings) dalam basis bulanan yang tumbuh sesuai ekspektasi 0.4% pada bulan Oktober. Data Tingkat Pengangguran turun dari 4.8% menjadi 4.6%, lebih baik daripada ekspektasi 4.7%.


          Meski Sedikit Tergelincir, Dolar AS Bertengger Di Level Tinggi

          Penguatan data NFP AS dianggap sebagai tambahan bukti bagi Federal Reserve AS yang kemarin telah memulai tapering , bahwa pemulihan ekonomi semakin membaik. Dolar AS melonjak ke level tinggi lebih dari satu tahun beberapa saat setelah rilis data Non Farm Payroll (NFP) AS tersebut. Namun saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS diperdagangkan di 94.3, tergelincir 0.02% karena penguatan saham-saham.



          Laporan payroll sejalan dengan pernyataan Powell pada konferensi pers Fed kemarin. Ia mencatat bahwa kenaikan pekerjaan sebesar ini, konsisten dengan harapan untuk membuat kemajuan lebih lanjut yang substansial," tulis tim analis TD Securities dalam sebuah catatan. Mereka menambahkan bahwa kondisi tersebut juga sesuai untuk penguatan Dolar AS terkait dengan tren musiman bulan November.


          Saya rasa level resistan atau level supply di harga 94.70 sampai 94.60 pada indeks USD DOLLAR AS merupakan area supply ataupun area resistan kunci. Terlebih hari Jumat kemarin indeks USD DOLLAR AS pada grafik perdagangan di timeframe Dayli membentuk salah satu pola chandlestick bearish reversal trend yaitu pola chandlestick doji atau pin bar bearish reversal trend. Sehingga ada kemungkinan opsi buy XXXUSD maupun opsi sell USDXXX bisa kita lakukan di hari Senin mendatang. Terlebih dampak dari berita fundamental NFP tadi malam tidak begitu menggembirakan bagi pelaku pasar terutama bagi para investor yang ingin menjadikan mata uang USD DOLLAR AS sebagai salah satu mata uang save heaven.
             

          Comment

          Advanced mode
          • #6 Collapse

            Yield obligasi reli, dolar terus meniti rentang tertinggi

            Indeks dolar AS (DXY) terus beredar pada rentang tertinggi sejak Juli 2020 di atas ambang 95.00 dalam perdagangan awal sesi Eropa hari Jumat ini (12/November). Data inflasi AS yang fantastis telah mengokohkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga. The Fed pada tahun 2022, sehingga yield obligasi dan kurs dolar AS kompak menanjak.

            Pelaku pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pertama pasca-pandemi akan terlaksana pada Juli 2022, kemudian disusul dengan kenaikan kedua pada November. Data CME mengindikasikan peluang 50% untuk kenaikan pada periode-periode tersebut, meningkat jika dibandingkan dengan peluang 30% sebulan yang lalu.



            Konsekuensinya, yield obligasi US Treasury bertenor pendek terakselerasi. Yield untuk obligasi bertenor 5 tahun bahkan telah mencapai rekor tertinggi sejak februari 2020. Faktor ini suportif bagi reli greenback saat ini, sekaligus mendukung kenaikan lebih lanjut selama ekspektasi "Fed rate hike" tetap mendominasi pasar.

            Penguatan kurs dolar AS juga meningkatkan volatilitas pasar mata uang, karena para trader berbondong-bondong membeli options untuk memproteksi posisi trading mereka dari reli USD lebih lanjut. Indeks volatilitas mata uang baru-baru ini menyentuh rekor tertinggi 6 bulan.

            Faktor lain yang memengaruhi penguatan kurs dolar AS saat ini adalah longgarnya outlook kebijakan bank-bank sentral di luar negeri Paman Sam. Data-data ekonomi Eropa belakangan ini menjamin ECB akan mempertahankan suku bunga rendah sesuai dengan komitmen lamanya, sehingga Single Currency amblas versus Greenback. Sedangkan Cable terbebani oleh penundaan kenaikan suku bunga BoE, kebangkitan isu sengketa Inggris-Uni Eropa , dan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi setelah berakhirnya subsidi pandemi dari pemerintah.
               

            Comment

            Advanced mode
            • #7 Collapse

              Euro masih melandai, pound uji EMA 77

              Indeks data

              Indeks dolar AS (DXY) terus beredar pada rentang tertinggi sejak Juli 2020 di atas ambang 95.00 dalam perdagangan awal sesi Eropa hari Jumat ini (12/November). Data inflasi AS yang fantastis telah mengokohkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed pada tahun 2022, sehingga yield obligasi dan kurs dolar AS kompak menanjak.

              Pelaku pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pertama pasca-pandemi akan terlaksana pada Juli 2022, kemudian disusul dengan kenaikan kedua pada November. Data CME mengindikasikan peluang 50% untuk kenaikan pada periode-periode tersebut, meningkat jika dibandingkan dengan peluang 30% sebulan yang lalu.

              Konsekuensinya, yield obligasi US Treasury bertenor pendek terakselerasi. Yield untuk obligasi bertenor 5 tahun bahkan telah mencapai rekor tertinggi sejak Februari 2020. Faktor ini suportif bagi reli greenback saat ini, sekaligus mendukung kenaikan lebih lanjut selama ekspektasi "Fed rate hike" tetap mendominasi pasar.

              Setelah terpuruk selama beberapa hari, Pound akhirnya mulai menunjukkan geliat penguatan hari ini (12/November). Sementara itu, Euro masih menunjukkan kebimbangan dan kini berjuang untuk mengamankan pivot point. Bagaimana pendapat analis EXCO tentang proyeksi GBP/USD dan EUR/USD dalam waktu dekat?


              Outlook EUR/USD

              Setelah ditutup melemah di kisaran S1 dan 1.145, Euro belum menunjukkan penguatan berarti. Minimnya katalis membuat pergerakan harga melambat di sekitar Pivot Point. Jika buyer berhasil mengambil alih pasar, harga berpotensi menembus R1. Namun apabila tekanan seller lebih kuat, harga bisa jatuh di bawah S1.



              Outlook GBP/USD

              Badai penurunan yang menghantam Pound kemarin menghempaskan harga ke 1.336. Namun hari ini, Pound menujukkan tanda-tanda kebangkitan. Saat ini harga semakin menekan EMA 77 dan 1.34. Jika usaha tersebut sukses, GBP/USD diperkirakan dapat menembus 1.345. Tetap waspada risiko pembalikan, sebab Pound masih bisa tergelincir di bawah 1.335.



              EXCO adalah broker yang berkomitmen untuk memberikan transparansi serta kenyamanan trading forex, komoditas, saham, indeks, dan mata uang kripto. Layanan tersebut dilengkapi dengan leverage hingga 1:500 dan spread mulai dari 0.5 pips di akun ECN.
                 
              Guest's Avatar
              Last edited by ; 14.11.2021, 09:04. Reason: Pelaku pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pertama pasca-pandemi akan terlaksana pada Juli 2022, kemudia

              Comment

              Advanced mode
              • #8 Collapse

                XAU/USD: Sell tunggu rejection di pengujian supply

                Assalamualaikum dan selamat pagi......

                Emas terlihat kembali melanjutkan reli pada perdagangan Senin (15/November). Pengatan aset safe haven tersebut terus berlanjut akibat terdongkrak oleh pelemahan Dolar AS. Belum lagi banyaknya sentimen negatif terhadap Greenback membuat bias bullish emas semakin menanjak dan berhasil mencatatkan penutupan harga $1825.14 per troy ounce di sesi kemarin.

                Peluang entry kali ini akan memanfaatkan potensi harga melemah ketika menguji area Supply 1851.6-1869.2. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini.

                XAU/USD Daily
                Level: Supply 1851.6-1869.2


                Pada grafik Daily, terlihat harga yang sedang menguji level Supply 1851.6-1869.2. Posisi sell menunggu terbentuknya rejection yang valid berupa pola candlestick Bearish Engulfing atau Pin Bar (shadow atas panjang).



                XAU/USD H4

                Signal: Rejection Daily lalu Konfirmasi Candlestick H4

                Untuk entry sell, signal yang digunakan meliputi 2 tahap:


                Terbentuk rejection Daily yang valid berupa pola candlestick Bearish Engulfing atau Pin Bar (shadow atas panjang) ketika harga menguji level Supply 1851.6-1869.2.

                Tunggu pullback terlebih dahulu kemudian ambil posisi sell dengan menggunakan konfirmasi pola candlestick di time frame H4 seperti Bearish Engulfing, Pin Bar (shadow atas panjang) atau Bearish Inside Bar.




                Peluang Entry XAU/USD
                Dari uraian di atas, dapat disimpulkan untuk peluang entry dengan rencana berikut:

                Posisi: Sell
                Level: Supply 1851.6-1869.2

                Signal: Rejection Daily lalu konfirmasi candlestick H4


                Perhatian:
                Entry hanya ketika konfirmasi telah terbentuk.
                Selalu gunakan Money Management yang baik (1-2% risiko per transaksi).

                Apabila posisi sell telah diambil dan harga belum mengenai SL atau TP, tutup posisi segera mungkin (emergency Exit) jika harga membentuk pola candlestick reversal (Bullish Engulfing, Pin Bar dengan shadow bawah panjang, atau Bullish Inside Bar) pada time frame Daily.

                Semoga analisa ini bisa membantu untuk membaca pergerakan harga dan mengambil keputusan transaksi.
                   

                Comment

                Advanced mode
                • #9 Collapse

                  Harga emas tergelincir, pasar nantikan kepastian the fed

                  Harga emas tergelincir di sesi perdagangan kamis (18/November) malam, setelah naik hampir satu persen di sesi sebelumnya. Harga emas futures di comex New York turun 0.2% ke $1,866.10; sedangkan harga emas futures turun 0.2% ke $1,863.70 per ounce pada pukul 12:26 GMT. Grafik XAU/USD berikut ini juga menunjukkan penurunan harga emas 0.2% dan diperdagangkan di $1,860.87, range yang ketat sejak 11 November.



                  Pelemahan harga emas saat ini justru terjadi di saat Dolar AS juga sedang melemah dilanda ambil untung. Menurut pakar, hal itu karena kenaikan harga emas sebelumnya juga sudah tinggi hingga overbought dan yield juga cenderung menguat. Yield obligasi US Treasury sedang memuncaki level tinggi tiga pekan.

                  Data ekonomi mendukung, emas tunggu kepastian kebijakan moneter

                  Malam ini, Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data Unemployment Claim mingguan. Hasilnya, meskipun penurunannya tidak serendah ekspektasi, tetapi jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu berkurang seribu orang menjadi 268,000.

                  Di samping itu komentar hawkish dari Bullard The Fed turut menaikkan ekspektasi Fed Rate Hike. Selasa lalu, Bullard mengatakan bahwa The Fed semestinya mengambil arah yang lebih hawkish dalam beberapa rapat ke depan, guna menghadapi kemungkinan jika inflasi tak juga turun.

                  Technical

                  Euro berhasil menguat tipis pada perdagangan hari ini (19/November). Sebaliknya, pound mulai kehabisan momentum untuk melanjutkan kenaikannya. Indeks manufaktur Philadelphia bulan November akan menjadi fokus pasar dalam waktu dekat. Berikut skenario trading Euro dan pound selanjutnya menurut analis.

                  Outlook EUR/USD

                  Setelah ditutup di bawah 1.132, Euro menunjukkan outlook positif dan berpotensi menargetkan R2 serta EMA 200. Namun apabila seller kembali mengambil alih keadaan, maka harga melanjutkan arus downtrend dengan proyeksi support terdekat di pivot point dan 1.13.



                  Outlook GBP/USD


                  Sterling sukses menundukkan Dolar AS dan mencapai 1.349 pada sesi penutupan kemarin. Namun hari ini, harga terancam mengalami koreksi. Pergerakan naik lebih lanjut diperkirakan sanggup mengantarkan harga mencapai 1.352. Namun jika Pound benar terkoreksi, harga akan tergelincir ke EMA 77.

                     

                  Comment

                  Advanced mode
                  • #10 Collapse

                    Analisis Teknikal

                    Pasangan mata uang Euro terhadap Dolar AS (EUR/USD) selama beberapa pekan terakhir harga bergerak bearish. Harga bergerak dari level Resisten 2 (1.16649), hingga menembus Resisten 1 (1.15288), dan Support 1 (1.13924). Akan tetapi, pelemahan harga di time frame H4 belum berhasil menembus level Support 2 (1.12634).



                    Euro berhasil rebound menuju Support 1 dan berpotensi melanjutkan penguatan untuk sinyalkan Buy. Peluang ini akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus dan close diatas level 1.134. Selain itu, peluang ini didukung oleh indikator Commodity Channel Index.

                    Untuk memaksimalkan peluang dan meminimalisir risiko trading, trader harus menggunakan Money Management secara bijak.


                    Level Kunci

                    Resisten 2: 1.16649
                    Resisten 1: 1.15288
                    Support 1: 1.13924
                    Support 2: 1.12634


                    Entry Posisi

                    Entry Buy: 1.13483
                    Stop Loss: 1.12634
                    Take Profit: 1.14634


                    Fandemental

                    Kurs euro mendadak kolaps terhadap dolar AS, franc Swiss, yen Jepang, dan mata uang-mata uang mayor lain pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (19/November). Pemicunya adalah keputusan pemerintah Austria untuk memberlakukan lockdown penuh mulai hari Senin mendatang, kemungkinan hingga 20 hari berikutnya.

                    Technical

                    EUR/USD amblas ke rekor terendah 16-bulan baru pada level 1.1249 gegara kekhawatiran kalau negara-negara anggota Zona Euro lain bakal memberlakukan kebijakan serupa. Euro-dolar telah beranjak kembali ke kisaran 1.1312 saat memasuki sesi New York, tetapi kurs euro masih cenderung tertekan di pasar forex. EUR/JPY dan EUR/CHF masing-masing sempat melemah sekitar 1 persen.

                    Reaksi pasar menanggapi pengumuman pemerintah Austria selanjutnya mudah ditebak. Mata uang-mata uang safe haven langsung unggul terhadap mata uang-mata uang berisiko lebih tinggi. Indeks dolar AS bahkan kembali menguji ambang 96.00 yang sempat gagal ditembusnya pada awal pekan ini .

                    Pelemahan euro bersumber pada dua kekhawatiran utama. Lonjakan kasus COVID-19 dan pemberlakuan lockdown susulan dapat menghambat pemulihan ekonomi Zona Euro. Di sisi lain, Presiden ECB Christine Lagarde telah mengingatkan pentingnya mempertahankan kebijakan moneter longgar agar tidak menghalangi pemulihan ekonomi. Konsekuensinya, kesenjangan ekspektasi suku bunga antara euro dan dolar AS pun semakin melebar.
                       

                    Comment

                    Advanced mode
                    • #11 Collapse

                      Originally posted by Askong bong View Post
                      Analisis Teknikal

                      Pasangan mata uang Euro terhadap Dolar AS (EUR/USD) selama beberapa pekan terakhir harga bergerak bearish. Harga bergerak dari level Resisten 2 (1.16649), hingga menembus Resisten 1 (1.15288), dan Support 1 (1.13924). Akan tetapi, pelemahan harga di time frame H4 belum berhasil menembus level Support 2 (1.12634).



                      Euro berhasil rebound menuju Support 1 dan berpotensi melanjutkan penguatan untuk sinyalkan Buy. Peluang ini akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus dan close diatas level 1.134. Selain itu, peluang ini didukung oleh indikator Commodity Channel Index.

                      Untuk memaksimalkan peluang dan meminimalisir risiko trading, trader harus menggunakan Money Management secara bijak.


                      Level Kunci

                      Resisten 2: 1.16649
                      Resisten 1: 1.15288
                      Support 1: 1.13924
                      Support 2: 1.12634


                      Entry Posisi

                      Entry Buy: 1.13483
                      Stop Loss: 1.12634
                      Take Profit: 1.14634


                      Fandemental

                      Kurs euro mendadak kolaps terhadap dolar AS, franc Swiss, yen Jepang, dan mata uang-mata uang mayor lain pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (19/November). Pemicunya adalah keputusan pemerintah Austria untuk memberlakukan lockdown penuh mulai hari Senin mendatang, kemungkinan hingga 20 hari berikutnya.

                      Technical

                      EUR/USD amblas ke rekor terendah 16-bulan baru pada level 1.1249 gegara kekhawatiran kalau negara-negara anggota Zona Euro lain bakal memberlakukan kebijakan serupa. Euro-dolar telah beranjak kembali ke kisaran 1.1312 saat memasuki sesi New York, tetapi kurs euro masih cenderung tertekan di pasar forex. EUR/JPY dan EUR/CHF masing-masing sempat melemah sekitar 1 persen.

                      Reaksi pasar menanggapi pengumuman pemerintah Austria selanjutnya mudah ditebak. Mata uang-mata uang safe haven langsung unggul terhadap mata uang-mata uang berisiko lebih tinggi. Indeks dolar AS bahkan kembali menguji ambang 96.00 yang sempat gagal ditembusnya pada awal pekan ini .

                      Pelemahan euro bersumber pada dua kekhawatiran utama. Lonjakan kasus COVID-19 dan pemberlakuan lockdown susulan dapat menghambat pemulihan ekonomi Zona Euro. Di sisi lain, Presiden ECB Christine Lagarde telah mengingatkan pentingnya mempertahankan kebijakan moneter longgar agar tidak menghalangi pemulihan ekonomi. Konsekuensinya, kesenjangan ekspektasi suku bunga antara euro dan dolar AS pun semakin melebar.
                      Halo selamat pagi gan.., wah bahas EURUSD ya gan. Kalau kita lihat EURUSD pada perdagangan hari jum'at kemarin turun dengan cukup dalam bahkan disini kita lihat EURJPY di TF Daily close dengan candle bearish enggulfing, namuan kalau saya lihat EURUSD saat ini sepertinya sudah turun terlalau jauh dan hanya tinggal nunggu waktu saja dia akan balik arah, oleh sebab itu saya akan mencari peluang buy pada EURUSD.
                      Masbagik Trading Jurnal

                      Comment

                      Advanced mode
                      • #12 Collapse

                        Dolar AS bersinar, Euro merana akibat lonjakan covid-19 euopa

                        Safe haven dolar AS bertahan di dekat level tertinggi 16 bulan terhadap mata uang mayor pada perdagangan awal pekan (22/November) karena mendapat dukungan atas pernyataan bertendensi hawkish pejabat The Fed, Richard Clarida dan Christopher Waller pada hari Jumat pekan lalu. Alhasil, indeks dolar (DXY) langsung bangkit hingga berada di atas level 96.0 dan bertahan hingga pagi ini.



                        Komentar terbaru dari kedua petinggi The Fed yang menyarankan untuk segera dilakukan percepatan laju pengurangan stimulus (tapering) karena pemulihan ekonomi AS dinilai telah berjalan cepat dan tingkat inflasi yang semakin meningkat. Pelaku pasar melihat bahwa pengakhiran program tapering lebih cepat maka kemungkinan akan mempercepat jadwal kenaikan suku bunga The Fed. Hal inilah yang mendasari penguatan tajam dolar AS pada perdagangan Jumat pekan lalu.


                        Euro Terjungkal Akibat Covid-19, Risk Off Merebak

                        Euro menjadi salah satu mata uang dengan performa paling buruk melawan dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan kasus virus Corona di beberapa negara Eropa mulai dari Belanda, Jerman hingga Austria ikut memantik kekhawatiran atas masa depan perekonomian kawasan.

                        Pemulihan ekonomi yang berjalan lamban dengan tingkat inflasi yang cenderung lemah membuat prospek kenaikan suku bunga ECB tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Lonjakan kasus Covid-19 Eropa baru baru ini semakin membuat prospek pemulihan ekonomi benua biru semakin suram. Alhasil, pair EUR/USD harus terjungkal dalam beberapa sesi terakhir hingga kini berada dibawah level psikologis 1.3000.



                        EUR/USD telah melemah tajam dan kemungkinan akan mendapat perhatian dari pelaku pasar ditengah kekhawatiran dan pembatasan yang mulai dilakukan di negara Eropa. Kami melihat, momentum saat ini opsi Short Euro masih terlihat menarik”, kata Chris Weston, kepala analis pasar broker Pepperstone dalam sebuah catatan

                        Di samping itu, merebaknya sentimen risk-off atas kekhawatiran kasus Covid-19 Eropa ikut mempengaruhi mata uang komoditas terutama dolar Kanada yang tertekan aksi jual menyusul pelemahan harga minyak mentah. Tidak ketinggalan, dolar Australia ikut mendapat tekanan jual akibat merebaknya sentimen risk off global.

                        “Kami memperkirakan AUD akan condong pada trend pelemahan dalam waktu dekat dan kemungkinan bergerak menuju level 0.7000 terhadap dolar AS, terseret oleh ekspektasi perlambatan ekonomi China dan sikap dovish RBA”, kata Joseph Capurso, ahli strategi di Commonwealth Bank Australia.
                           

                        Comment

                        Advanced mode
                        • #13 Collapse

                          Mingguan optimis dalam jangka menengah, tetapi menghadapi risiko koreksi

                          Selanjutnya, pasar mengalami liku-liku, mencapai terendah 89,54 pada minggu 24 Mei. Didukung oleh level mundur 0,886DE, terus naik dan mengkonfirmasi struktur dasar ganda. Double bottom + pola hiu bullish + terobosan baji, beberapa rangkaian sinyal telah membentuk resonansi bullish. Probabilitas kenaikan tajam dalam prospek pasar cukup tinggi. Prospek pasar diperkirakan akan mencapai 97,72 (0,618CD) atau bahkan angka 100 (0,786CD). Mempertimbangkan resonansi kenaikan, penulis bahkan berpikir bahwa harga akan menguji tanda 103 lagi.

                          Saat ini, indikator KDJ menyimpang di zona overbought, dan harga telah jatuh setelah diblokir di tanda 97. Tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian yang lebih besar di pasar. Begitu harga kembali ke bawah 96.00, tidak menutup kemungkinan harga akan kembali menginjak angka 95 atau bahkan level 94.50~94.75. Secara keseluruhan, jika harga tetap di atas 94.50, keuntungan bull masih terlihat jelas.



                          Setelah sisi bawah turun di bawah support dekat 94,50, pasar akan waspada terhadap retracement yang lebih substansial.


                          Harian: Koreksi overbought mungkin telah dimulai.


                          Grafik harian indeks dolar AS menunjukkan bahwa harga jatuh di bawah tekanan setelah mencapai 94,74 (titik X) pada 25 September tahun lalu, dan berhenti jatuh dan rebound setelah turun ke 89,21 (titik A) pada 6 Januari tahun ini. Ini telah mengalami pasar bull selama hampir setengah tahun. Kemudian, mencapai 96,94 pada 26 November Sabtu.

                          Setelah pasar menembus dan stabil di level 94,74, struktur bottoming yang jelas terbentuk, dan kemungkinan prospek pasar terus naik cukup tinggi. Menurut perhitungan ketinggian struktur di atas, level target dari putaran pasar yang sedang naik ini mungkin menunjuk ke angka 100 atau bahkan lebih tinggi.



                          Tekanan ke atas di 97,72 tingkat mundur 0,618 dari tertinggi tahun lalu ke terendah tahun ini, dan 98,16 titik konvergensi ideal untuk kupu-kupu bearish potensial dapat menjadi hambatan untuk tren kenaikan lebih lanjut dalam prospek pasar.
                             

                          Comment

                          Advanced mode
                          • #14 Collapse

                            Powell: Inflasi akan reda tahun depan, namun risiko tetap ada

                            Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan bahwa inflasi tinggi akan surut dalam beberapa tahun ke depan karena permintaan dan penawaran menjadi lebih seimbang. Hal ini juga didukung oleh program tapering yang telah dijalankan The Fed. Sekalipun begitu, Powell juga memperingatkan jika varian COVID Omicron dapat memperkeruh prospek ke depan.

                            Powell kemudian menyinggung pasar tenaga kerja yang sangat rentan atas penyebaran varian Omicron ini. Di samping itu, risiko terhambatnya aktivitas ekonomi juga tidak dapat dikesampingkan karena akan merusak pemulihan yang sudah berjalan cukup solid sejak awal tahun.

                            Dalam pernyataannya, Powell justru tidak memberikan petunjuk apapun mengenai program tapering yang mulai dijalankan bulan ini. Powell secara tersirat mengatakan pasar tenaga kerja AS saat ini adalah "ground to cover" sebelum mencapai ketenagakerjaan maksimal, yang merupakan salah satu syarat sebelum The Fed menaikkan suku bunga.

                            • Dolar AS Kalem, Bersiap Menguat Lebih Jauh



                            Hingga sesi perdagangan Asia hari Selasa, pergerakan Dolar AS cenderung kalem setelah terjadi volatilitas tinggi pada akhir pekan lalu. Dolar tidak banyak bergerak terutama versus mata uang komoditas, terlihat dari pair AUD/USD yang saat ini terjebak dalam fase konsolidasi. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dalam range sempit dalam dua hari terakhir, dan saat ini berkisar di 96.12.

                            Dolar AS berpotensi kembali melanjutkan trend bullish mengacu pada data CFTC yang menunjukkan posisi Net Long USD meningkat ke rekor tertinggi sejak pertengahan Oktober. Itu artinya, mayoritas pelaku pasar masih bersentimen bullish terhadap Dolar.

                            • Harga emas tergelincir, pasar antisipasi varian Omicron


                            Harga emas spot turun 0.4% ke $1784.41 per ounce, melanjutkan pelemahan pekan lalu yang mencapai 2.9% dan menjadi penurunan mingguan terbesar sejak Juni. Di Comex New York, harga emas futures tak mengalami perubahan signifikan dan diperdagangkan di kisaran $1786.30. Sementara itu, grafik XAU/USD berikut menunjukkan pergerakan di $1784.13.
                            • Kemunculan Omicron Bangkitkan Ketidakpastian


                            Prospek kenaikan suku bunga The Fed sejauh ini menjadi alasan utama para investor untuk memborong aset-aset berprofil risiko tinggi dan Dolar AS. Namun dengan merebaknya varian baru virus Corona, peluang Rate Hike pun berkurang dan belum dapat ditentukan kembali sampai ada kabar lebih akurat mengenai varian Omicron.



                            Pendapat senada juga diutarakan oleh Hussen Sayed dari Exinity Group. Menurutnya, saat ini harga emas akan mengambil petunjuk dari ekspektasi suku bunga. Mengingat ekspektasi pasar yang turun dari tiga kali Fed Rate Hike menjadi dua kali saja, maka harga emas boleh jadi akan terdukung. Namun, pergerakannya tak akan signifikan untuk sementara waktu.

                            Pekan lalu, ketika WHO baru saja mengumumkan varian baru COVID-19 yang diberi nama Omicron sebagai Variant of Concern, harga emas melambung hingga lebih dari 1% karena para investor mencari safe haven di tengah ketidakpastian. Meski baru ditemukan di Afrika Selatan, Bostwana, Hong Kong, dan sejumlah negara lain, varian Omciron diduga lima kali lipat lebih menular dibandingkan varian Delta.

                            Kendati demikian, lonjakan harga emas tak bertahan lama karena hanya merupakan reaksi spontan dari kepanikan pasar. Selain itu, pergerakan harga saat itu tampak sangat signifikan karena volume perdagangan yang rendah sehubungan dengan libur Thanksgiving di AS.
                               

                            Comment

                            Advanced mode
                            • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
                            • #15 Collapse

                              • GDP Australia menyusut, AUD/USD berupaya menguat


                              Pada hari Rabu (01/Desember) Australian Bureau of Statistics merilis data GDP yang menurun sebesar 1.9 persen dalam basis kuartalan (Quarter-over-Quarter) pada kuartal ketiga. Meskipun masih lebih baik ketimbang ekspektasi ekonom yang memperkirakan penurunan 2.7 persen, angka GDP kali ini menandakan kontraksi pertama sejak kuartal kedua tahun lalu.


                              GDP Australia masih tumbuh secara tahunan (Year-over-Year), tetapi persentasenya hanya sebesar 3.9 persen, merosot tajam jika dibandingkan dengan pertumbuhan periode sebelumnya yang mencapai 9.6 persen.

                              Langkah pembatasan yang diterapkan di kawasan Victoria dan New South Wales menjadi penyebab utama atas penurunan GDP Australia pada kuartal ketiga. Akibatnya, pengeluaran rumah tangga merosot 4.8 persen, terburuk sejak penurunan 12.1 persen pada kuartal kedua 2020. Tidak hanya itu, pengeluaran layanan juga melemah 5.8 persen, hotel dan restoran turun 21.2 persen, rekreasi dan budaya turun 11.8 persen, dan layanan transportasi merosot hingga 40.8 persen di sepanjang kuartal ketiga.

                              Pembatasan COVID-19 menyebabkan sebagian besar konsumen menahan diri untuk membelanjakan uang mereka. Kondisi ini tercermin dari kenaikan rasio simpanan rumah tangga (Household Saving Ratio) yang meningkat dari 11.8 persen menjadi 19.8 persen. Ini menandakan konsumen cenderung ingin berhemat dengan menunda kebutuhan yang tidak mendesak seperti liburan dan penggunaan layanan.



                              • AUD/USD Sinyalkan Pemulihan


                              Secara garis besar, penurunan data GDP Australia kuartal ketiga pagi ini masih dalam lingkup ekspektasi pasar. Sehingga, dampaknya tidak terlalu signifikan pada pergerakan Dolar Australia. Pair AUD/USD justru cenderung menguat dan diperdagangkan pada kisaran 0.7157 saat berita ini ditulis, menguat 0.45 persen dari harga Open harian. Secara teknikal, AUD berupaya rebound terhadap USD setelah tertekan aksi jual yang sempat mendorong harga di bawah 0.7100.



                              Pasangan mata uang Dolar Australia terhadap Dolar AS (AUD/USD) selama beberapa pekan terakhir bergerak bearish. Harga bergerak dari level Resisten 2 (0.74701), hingga menembus Resisten 1 (0.73372), dan Support 1 (0.71886). Akan tetapi, pelemahan harga di time frame H4 belum berhasil menembus level Support 2 (0.70628).

                              Dolar Australia berpotensi rebound dan sinyalkan Buy. Peluang ini akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus dan close diatas level 0.714. Selain itu, peluang ini didukung oleh indikator Commodity Channel Index.

                              Untuk memaksimalkan peluang dan meminimalisir risiko trading, trader harus menggunakan Money Management secara bijak.

                              • Level Kunci


                              Resisten 2: 0.74701
                              Resisten 1: 0.73372
                              Support 1: 0.71886
                              Support 2: 0.70628


                              • Entry Posisi


                              Entry Buy: 0.71417
                              Stop Loss: 0.70628
                              Take Profit: 0.72481
                                 

                              Comment

                              Advanced mode

                              Online

                              Working...
                              X