Reply to Thread
Page 1 of 21
1 2 3 11 ... LastLast
Results 1 to 10 of 204

Thread: ◄۩●۝●۩► Resonansi

  1. #1
    GURU dari MT5
    Santai
     
    risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    kampung semar (karang kadempel)
    Posts
    4,807
    Thanks
    175
    Thanked 2,930 Times in 1,321 Posts

    ◄۩●۝●۩► Resonansi

    Mudah-mudahan Thread ini bisa membikin rilex fikiran kita untuk menghadapi kegiatan trading esok hari yang penuh tantangan. selamat menikmati dan mari berdiskusi

    Hidup Ala Ruwet

    Sebagai ‘wong jowo’, simbah merasakan betul betapa yang namanya adat terkadang mbikin hidup tambah ruwet. Mungkin tadinya bermaksud baik, namun seiring bergesernya waktu, adat yang tadinya terlihat adiluhung, malah terasa menyesakkan hidup. Apalagi kalo diembel-embeli keyakinan.

    Simbah gak begitu tahu banyak adat-adat apa yang harus dilalui seumur hidup manusia. Namun yang sedikit simbah ketahui saja sudah cukup merepotkan manusia. Di sini simbah kutipkan sedikit.

    FASE KEHAMILAN
    Fase ini harus dilalui dengan banyak berpantang. Wong jowo nyebut “ra ilok”, wong sunda bilang “pamali” atau pantangan yang gak pantes dilakukan. Misalnya :

    •pas hamil kalo ngidam harus dituruti, biar anaknya gak ngileran atau ngecesan
    •kenthut jangan kenceng2, biar anaknya gak dobolen
    •makan jangan glegeken (sendawa), biar anaknya gak buncit perutnya
    •kalo lihat orang cacat harus bilang “amit-amit jabang bayi”, biar anaknya tidak lahir cacat
    •gak boleh makan ikan mujahir, biar anaknya nggak ndoweh wal ndawir ataupun mencos
    •gak boleh nyembelih binatang, takut anaknya lahir kehilangan organ tubuh….. dlsb

    Ada juga upacara mitoni. Jangan sangka ini upacara nyembelih ular piton… bukan. Ini upacara menyambut usia kehamilan bulan ke tujuh.

    FASE KELAHIRAN SAMPAI PERNIKAHAN
    Begitu lahir ceprot, ada upacara nanam ari-ari. Bayi laki ari2nya ditanam di samping kanan rumah, bayi perempuan di samping kiri rumah. Sambil dipasangi lampu teplok.
    Lima hari kemudian “sepasaran bayi”. Lalu tiap selapan (35 hari) dibancaki. Bancakan weton namanya. Dulu menunya nasi urap (gudhangan) plus telor dibagi enambelas. Jan nyamleng tenan. Ini masih ditambahi tiap tahun diulang-tahuni. Ritual yang melelahkan.

    Kadang yang gak punya duit direwangi ngutang ngalor ngidul. Mbayarnya ngetan ngulon… Sampe ada yang kado ulang tahunnya sebuah Tower…. weh, sugeh mblegedhu. Jebul bapaknya korupsi. Nah saat bisa jalan pun ada upacara “Tedhak Sinten”, yakni syukuran si anak bisa napak jalan. Mungkin orangtuanya khawatir, anaknya jalan gak ngambah lemah, kayak kuntilanak saja.

    Nah begitu puber, mulailah ritual dewasa. Yang pertama latihan bermuka dua dengan pacaran. Muka dua? Lha iya… jika didepan pacar, semua diperlihatkan yang manis-manis dan bagus2. Meludah yang sopan, wahing diempet, angop ditutupi, kenthut dikempit… wah teori John Robert Power dijalani semuah. Begitu di rumah ida-idu hoak-hoek, wahing gebras-gebres, angop ngowoh, ngenthut brat-brot sak ampase. Konangan setelah jadi suami isteri.

    Trus mulailah ritual lamaran, tukar cincin dengan sederet upacaranya. Nah memasuki pernikahan, adat yang harus dilaksanakan sak tumpuk. Apalagi orangjawa paling seneng dengan yang namanya “pepindhan’ alias perlambang.
    Maka dipasangilah saat upacara pernikahan pohon tebu. Maksudnya biar manteb di kalbu. Ada juga Cengkir, agar kenceng anggone mikir. Trus ada upacara sawat-sawatan (saling melempar) daun sirih sambil ketawa-ketawi. Padahal boleh jadi setahun kemudian itu daun sirih diganti batako, sambil saling pisuh-pisuhan suami isteri. Lalu tidak lupa ritual nginjek telur.

    Di belakang upacara itu, sang pawang hujan sibuk komat-kamit nolak hujan biar tamunya banyak yang datang. Salah satu cara nolak hujan yang konon katanya manjur adalah dengan melempar celana dalam sang penganten perempuan ke atas genting rumah. Weleh… Belum lagi di dapur mbah dukun sibuk nyajeni pawon (tungku api), kalo sekarang kompor. Katanya biar panas apinya. Kalo kurang sajen dan apinya gak panas, masakannya lama matengnya. Keburu tamunya gumruduk pada ngumpul kleleran belum disuguh. Hayyah… api kok kurang panas… mbok dinyunyukne bathuke mbah dukune ben kroso.

    Semua dijalani dengan penuh keruwetan. Lebih terasa ruwet saat dijalani oleh orang dengan aktifitas penuh kesibukan seperti sekarang.

    Simbah bukan orang yang anti dengan adat istiadat. Namun adat yang berbau klenik dan tidak mendidik hendaknya dieliminir saja. Adat yang bagus dan mengandung norma yang membangun harus dilestarikan. Apalagi adat yang membuat hidup mudah… itulah yang dimangsud …”yuriidullohu bikumul yusro, walaa yuriidu bikumul ‘usro..” (Allah menghendaki kemudahan buat kalian, dan tidak menghendaki kesukaran atas kalian).
    Last edited by behong; 05-01-2013 at 11:14 AM. Reason: rubah judul request TS
    Alon-Alon Waton Klakon

  2. The Following 8 Users Say Thank You to risman For This Useful Post:

    13ray (10-09-2012), arfanfx (04-09-2014), ayahama (04-28-2011), behong (04-07-2012), fx69 (02-07-2012), ghprod (04-29-2011), Givonly (10-10-2010), sumitomo diyo saputra (02-10-2012)

  3. #2
    GURU dari MT5
    Santai
     
    risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    kampung semar (karang kadempel)
    Posts
    4,807
    Thanks
    175
    Thanked 2,930 Times in 1,321 Posts
    Mati Ala Ruwet

    Belum cukup hidup dalam keruwetan, manusia lebih suka memilih mati dengan ruwet pula. Ini dilakukan oleh hampir semua suku dan adat di dunia. Kematian yang selayaknya ringkes dan sederhana, menjadi ruwet dan penuh pernik-pernik gak penting.

    Setelah mati sebenarnya jenazah tinggal dirawat untuk dikubur saja. Namun embel-embelnya banyak sekali. Dari sabang (yang konon tradisinya Islam) sampai merauke (dengan tradisi pedalamannya) semua tak luput dari hal-hal tersebut.

    Di dalam tradisi yang berbau Islam pun masih banyak sinkretisme yang merasuk di dalam upacara pemakamannya. Padahal Islam adalah ajaran yang palingringkes di dalam hal upacara penguburan ini. Sebagai contoh simbah cantumkan di bawah ini :

    1.Jenazah gak segera dikuburkan sebelum semua anggota keluarga melihat untuk terakhir kalinya. Ini syarat yang ruwet. Kadang karena harus memenuhi syarat ini, jenazah harus nginep bermalam-malam untuk menunggu anaknya yang ragil yang masih diperjalanan menembus hutan di pedalaman Kaltim sana.
    2.Sebelum jenazah dikuburkan, semua anggota keluarga njalani upacara “brobosan”. Yakni mbrobos, merangkak di bawah peti jenazah. Konon biar gak inget terus sama yang mati.
    3.Penggali kubur harus slametan dulu, biar galiannya lancar, tidak rembes air.
    4.Setelah dikubur, masih banyak ritual yang harus dijalani. Macem 3 harian, 7 harian, 40 harian, 100, lalu mendhak satu dua, tiga…sampai nyewu hari.
    Kadang hal-hal ini terkait dengan satu agama, tapi banyak yang rancu. Sudah banyak unsur sinkretisnya. Campuran keyakinan Hindu, Budha, Islam, Kong Hu cu,…yah jadinya keyakinan gado-gado. Akhirnya dinamailah ‘kebudayaan’ atau ‘tradisi’.

    Ini belum kalo pas musim mendekati bulan puasa maupun syawalan. Kuburan yang biasa sepi, jadi serasa pasar kaget. Tukang doa pun panen. Mau doa yang makbul… ada taripnya. Mau doa yang sederhana, boleh juga. Murah…. gak ditanggung makbul. Makin mahal, makin panjang doanya. Peziarah yang naik mobil mewah dijamin dapet doa yang panjang-panjang.

    Yang ngalap berkah disini tidak hanya tukang doa. Penjual kembang atau bunga pun dapet rejeki kagetan ini. Bunga menjadi komoditi laris acara ziarah kubur ini. Gak tahu dari agama mana yang mengajarkan ini semua, yang jelas ini menambah ruwet prosesi kematian yang memang seharusnya sederhana.

    Kasian yang hidupnya miskin. Mungkin keluarganya gak layak masuk surga menurut mereka. Lha gimana? Mbayar tukang doa gak mampu. Beli kembang gak gableg duit. Malah ada yang keluarganya gak diacarakan 3 harian, 7 harian dst, diomongin sama tetangga kiri kanannya, “ngubur orang kayak nanem bangke kucing saja.” Maksudnya gak ada upacara apa-apa setelah itu.

    Kalo dituruti tradisi ini, memang yang berhak masuk surga cuma orang-orang kaya saja. Lha dari sejak ngubur sampai “nyewu” itu kalo dikalkulasi biayanya bisa sampai ratusan juta bahkan milyaran. Ngundang ustadz2 dan kyiai2. Ngamplopi para tamu undangan. Sak amplop isinya variatip. Kisaran sepuluh rebuwan sampe gambar sukarno-hatta. Lha wong mlarat ngempet khan gak akan mampu menggelar tuntutan tradisi semacam itu. Ya sudah, di’bangkai-kucing’kan sama tetangga ya harus pasrah.

    Belum lagi ini ditambah biaya pemakaman atau penguburan yang makin ngudubilah setan. Gak percaya? Coba baca di sini atau bisa juga baca di sini . Mumet dan ruwet memang urusan wong mati ini. Ruwet yang dibikin sendiri oleh pelakunya.
    Alon-Alon Waton Klakon

  4. The Following 7 Users Say Thank You to risman For This Useful Post:

    13ray (10-09-2012), arfanfx (04-09-2014), assef (04-05-2013), behong (03-19-2012), fx69 (02-07-2012), Givonly (10-10-2010), Mungkin Tukang Scam (11-14-2012)

  5. #3
    GURU dari MT5
    Santai
     
    risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    kampung semar (karang kadempel)
    Posts
    4,807
    Thanks
    175
    Thanked 2,930 Times in 1,321 Posts
    Sebab Kebahagiaan

    Syahdan, tersebutlah kang Dulkamid yang hidupnya terkenal kesrakat secara dhohir. Adalah kekayaannya berupa rumah reyot hampir rubuh, sepeda onthel yang rantainya rajin lepas, baju berjumlah tujuh -nanti dulu…- maksudnya tujuh tambalannya, sebuah tempat tidur Spring Bed tanpa “S” (baca: Pring Bed) alias lincak dari bambu yang lebih terkenal dengan sebutan tempat tidur ‘kelas tinggi’ karena banyak “tinggi”nya (tinggi=kutu busuk bin bangsat) dan sejumlah lima juta ripis – nanti dulu…- maksudnya berupa utang. Tak seorangpun ibu dan tak juga sampeyan yang sedang menggendong anaknya menginginkan anaknya menjadi semisal si Dulkamid. Keunggulan satu-satunya yang dimiliki adalah kejujurannya. Tapi banyak orang mencibir, kejujuran tak membuat dia kaya.

    Syahdan, dumadakan si Dulkamid didatangi seorang konglomerat yang menginginkan si Dulkamid menjadi asisten pribadinya. Tidak tanggung-tanggung, dia DIJANJIKAN gaji 30 juta ripis per bulan oleh si konglomerat. Konglomerat itu bilang, dia boleh langsung bekerja sebulan kemudian, dan langsung menerima gaji di muka 30 juta ripis.

    Sampai di sini simbah mau bertanya, miturut sampeyan semua, kira-kira bagaimana keadaan hati si Dulkamid selama menunggu selama sebulan itu? Gembirakah atau sedihkah? Tentu saja dia gembira luar biasa.

    Pertanyaan selanjutnya. Apakah dengan janji akan bekerja dan digaji di muka 30 juta ripis itu keadaan dhohirnya sudah berubah? Apakah dengan janji itu Pring Bed “kelas tinggi”nya itu menjadi sungguh-sungguh Spring Bed dengan “S”? Apakah dengan janji itu bajunya langsung rontok tambalannya seketika? Apakah dengan janji itu sepeda onthelnya tiba-tiba berubah menjadi Ducati 500 cc? Tidak!! Dengan janji itu kondisi dhohirnya tetep!! Tapi suasana hatinya berbeda. Si Dulkamid bisa tidur lebih nyenyak dengan mimpi indah. Tak masalah bajunya bertambal, utangnya masih tetep lima juta ripis dan masih miskin. Ada yang berubah pada dirinya yang tak terlihat secara dhohir.

    Syahdan, di lain pihak tersebutlah si Dulkenyung, pengusaha sugeh mblegedhu berkantong tebal. Rumah real estate, mobilnya mewah, harta melimpah, orang memanggilnya bos eksekutif, tokoh papan atas … halah mirip lagu ‘Bento’ pokoknya. Simpanannya banyak, baik berupa uang maupun istri.

    Syahdan, baru saja datang surat dari KPK yang meminta dirinya datang bulan depan, untuk ditanyai perihal semua bisnisnya yang ternyata bermasalah. Hingga disinyalir bisnisnya tersebut merugikan negara trilyunan ripis, dan berpotensi menyebabkan dia masuk penjara seumur idup.

    Miturut sampeyan semua, bagaimanakah si Dulkenyung menjalani hidupnya sebulan ke depan? Bahagiakah atau cemaskah? Apakah dengan surat panggilan dari KPK itu tiba-tiba dia jadi miskin, lalu hilang semua simpanannya, atau hancur semua mobilnya atau bangkrut semua bisnisnya? Tentu saja tidak!! Hartanya tetap utuh, tapi kondisi hatinya sudah tidak seutuh seperti semula. Ketakutan mulai membayangi dirinya. Dengan kondisi kekayaan yang sama, hidupnya berubah menjadi seperti neraka.

    Syahdan, simbah lantas bertanya, apakah yang menjadi penyebab bagi ketentraman hati dan kebahagiaan pada seseorang jika melihat cerita si Dulkamid dan si Dulkenyung di atas? Kekayaankah? Atau sepeda onthel? Atau Pring Bed kelas tinggi? Atau kemewahan dan segala keglamoran semisal yang dimiliki si Dulkenyung? Mengapa Dulkenyung di tengah kekayannya tidak menikmati masa sebulan penantian dipanggil oleh KPK, sementara di tengah kemelaratannya si Dulkamid hatinya bergembira menjalani sebulan penantian dipanggil konglomerat?

    Seorang motivator yang tak mau disebut namanya menjelaskan, bahwa letak kebahagiaan dan penyebab kebahagiaan seseorang tergantung pada HARAPAN nya. Si Dulkamid memang mlarat kesrakat wal sekarat. Tapi harapannya sebulan ke depan luar biasa bagus, yang menjadikan kemlaratannya tak terasa pahit. Ada harapan walau belum berwujud, tapi mampu menyingkirkan segala rasa pahit kemiskinan dan kemlaratan yang menderanya.

    Beda dengan si Dulkenyung walau hartanya melimpah, harapan sebulan ke depannya serba rumit dan gelap. Mobil mewahnya tak cukup bisa menghiburnya, istri denok deblongnya tak cukup cantik untuk menenangkan kegelisahannya. Spring Bed mewahnya tak cukup empuk untuk membuatnya tidur nyenyak. Semua diawali dari harapan yang suram.

    Ilustrasi di atas menggambarkan tentang adanya harapan baik dan harapan buruk dengan durasi ’sebulan ke depan’. Harapan yang indah dalam sebulan ke depan, membuat bulan yang dilewati ikut menjadi indah. Harapan yang suram dalam sebulan ke depan, membuat durasi waktu sebulan yang dilewati ikut menjadi suram. Tidakkah sampeyan bisa mengambil satu kesimpulan dalam kalimat-kalimat di atas?

    Hidup adalah satu waktu yang durasinya kita tidak tahu. Simbah tidak tahu, diberi durasi berapa tahun tinggal di planet bumi menghirup O2. Namun jika kita berpikir sederhana, sebab kebahagiaan pun juga sederhana. Sebab kebahagiaan terletak pada harapan yang hendak diraihnya.

    Bagi orang beriman diberikan janji harapan “Laa khoufun ‘alaihim wa laa hum yahzanuun”. Tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih. Mengapa? Karena berapapun durasi hidup yang harus dijalani, endingnya adalah kalimat dalam bahasa arab yang sudah diterjemahkan di atas.

    Apa ruginya hidup miskin berdurasi seumur hidup, jika endingnya bahagia selama-lamanya? Apa sedihnya hidup serba terbatas, jika endingnya senang tak terbatas? Durasi sebulan menunggu janji yang dialami si Dulkamid hanyalah gambaran betapa seharusnya seorang beriman menjalani hidupnya penuh harapan baik sebagaimana Dulkamid menunggu janji si konglomerat. Bedanya hanya di sisi durasi, mau sebulan, setahun, seabad… tak masalah.

    Tapi mengapa ada saja orang yang hidupnya susah dan penuh kesedihan, jika ternyata untuk bahagia sangat sederhana caranya?

    Penyebabnya ada beberapa:

    1. Tidak yakin dengan isi janji dan si pembuat janji.
    Jika si pembuat janji pada si Dulkamid adalah sesama kere yang gak gableg duit, maka isi janjinya pantas diragukan. Walaupun si Dulkamid dijanjkan gaji semilyar, tidurnya gak bakal jadi nyenyak. Masalahnya yang memberikan janji adalah si Dulkembung yang hanya bisa jual abab dan malah sering ngutang pada Dulkamid. Janji segede apapun tak akan menenangkan.
    Demikian, pula jika sampeyan tak percaya janji Tuhan sampeyan, hidup sampeyan sedih dan menyedihkan. Mungkin sampeyan nyembah Tuihan yang salah. Tuhan yang dalam sejarahnya selalu ingkar janji. Tuhan yang tak jelas juntrungnya. Tuhan imaginer bikinan ahli ketuhanan yang suka menipu untuk kepentingan dunia. Jika sampeyan benar memilih Tuhan, sampeyan bisa pegang janji-Nya, dan menjadi tenanglah hidup sampeyan berapapun durasi hidup sampeyan.

    2. Harapan hidupnya buruk.
    Jika sampeyan berwatak ala Dulkenyung, si kaya berakhlak rajakaya (baca: hewan ternak), maka sudah terbayang ending hidup sampeyan pasti busuk. Maka berapapun durasi hidup yang diberikan pada sampeyan, mustahil sampeyan bisa bahagia. Hidup akan selalu dibayangi ketakutan, kekhawatiran dan ketidaktenangan. Kecuali sampeyan sudah terkontaminasi DNA nya si Iblis.

    Iblis tahu ending hidupnya, yakni binasa. Namun buat dia oke-oke saja. Dia anggap sepadan. Toh hidupnya seumur dunia. Bisa hidup seenaknya, tak terikat aturan dlsb. Nah manusia yang sudah teracuni DNA Iblis akan menganggap kenikmatan dunia yang tanpa aturan itu sepadan jika harus mengalami ending busuk. Iblis dan kroninya lupa, bahwa bilangan berapapun jika dibagi bilangan tak terbatas, hasilnya NOL. Berapapun lamanya hidup di dunia, jika DIBANDINGKAN dengan waktu tak terbatas akherat, semuanya jadi tidak bernilai dan tak pantas diperjuangkan. Tak ada yang sepadan jika harus ditebus kesengsaraan tak terbatas.

    Jadi jika sampeyan mau hidup bahagia, caranya sederhana. Perbaiki harapan hidup sampeyan. Ingat: harapan berbeda dengan khayalan. Jika petani menebar benih padi dan menunggu padi tumbuh, itu namanya harapan. Namun jika petani menebar kerikil dan menunggu kerikil itu tumbuh menjadi tanaman padi, itu namanya khayal.
    Alon-Alon Waton Klakon

  6. The Following 8 Users Say Thank You to risman For This Useful Post:

    13ray (10-09-2012), arfanfx (04-09-2014), behong (04-07-2012), Family Man (05-24-2013), fx69 (02-07-2012), Givonly (10-10-2010), Mungkin Tukang Scam (11-14-2012), xano (11-01-2010)

  7. #4
    Veteran Honorer MT5
    Berani
     
    alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    http://www.instaforex.com/
    Posts
    11,717
    Accumulated bonus
    1568.95 USD (What is this?)
    Thanks
    1,289
    Thanked 570 Times in 506 Posts
    Black Frame Talent: Kontes Demotivator pada Forum MT5.com
    Pitutur yang notabene masih banyak dilakukan orang (jawa) sekarang gan, hehe...
    Kalau saya sebagai seorang Muslim tentunya berusaha mengikuti tuntunan saja, untuk mengatur hidup dan kehidupan. Aturan kehidupan mulai dari lahir s.d. wafat sudah dituntunkan dengan rinci dan terang, tinggal berusaha mengikutinya.

  8. #5
    Moderator
    Licik
     
    py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina has much to be proud of py_dvina's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    cimahi
    Posts
    5,683
    Thanks
    694
    Thanked 1,315 Times in 804 Posts
    hm hm hm....lagi2 bacaan yg bermanfaat.....semoga ga cuman lewat doank, tp mengena dan dapat d ambil yg baik untuk menjalani kehidupan sehari-hari...amin.....
    kalo lagi loss, nyanyi aja dulu !! <<<<signature yg OOT dan kepedean, biarin. yg penting eksis! hehee..
    Video Novel Saya yang Akan Terbit Tahun Ini

  9. #6
    GURU dari MT5
    Santai
     
    risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    kampung semar (karang kadempel)
    Posts
    4,807
    Thanks
    175
    Thanked 2,930 Times in 1,321 Posts
    Pagar Moral

    Adalah Kang Mondhol dan Kang Jebol (bukan nama sebenarnya), dua orang sohib simbah di masa co-ass yang cukup akrab pergaulannya dengan simbah. Pertama kali masuk co-ass, simbah belum begitu akrab dengan mereka. Hingga akhirnya dikarenakan sering satu rombongan dan jaga bersama nginep di RS, keakraban itu mulai terbentuk.

    Pada suatu ketika, bersama sekian co-ass yang lain simbah dan 2 sohib ini jaga di bagian Obsgyn. Pada saat jaga, simbah dan sohib-sohib ditempatkan di satu ruangan yang sebenarnya secara normal hanya muat 5 orang. Namun karena keterbatasan tempat, akhirnya dimuati sebanyak 9 orang. Kasur kapukpun dijejer biar muat.

    Awalnya masing-masing co-ass masih pada jaim. Namun disaat nginep bareng dan berjubel macem ikan teri semacam itu, kejaiman mulai luntur. Lha mau jaim pigimanah, ha wong siangnya berlagak rapi jali, dipanggil dakdok-dakdok padahal masih co-ass, begitu malem tiba jebul ngileran, ngowohan, ngorokan dan menjadi makhluk pengerat saat tidur.

    Tadinya peristiwa ngowoh, ngorok, ngiler dan mengerat tak dibicarakan. Begitu satu co-ass ditegur kang Mondhol, “Dul, mambengi sampeyan tidurnya kok kreat-kreot kayak ngunyah sekrup ki ngapain tho…?”

    Pertanyaan ini meruntuhkan pager kewibawaan, kejaiman dan moral yang sebelumnya masih dijaga ketat. Si Dul yang sebelumnya ngempet gak bicara apa-apa akhirnya ngomyang juga : “Halah, lha sampeyan aja genah tidur nyirami bantal terus gitu kok. Ntar lagi klenthengnya numbuh itu jadi pohon randhu.”

    Kang Jebol yang tadinya diem saja jadi ketawa ngakak…. Kang mondhol jadi dongkol. “Rasah ngguyu,”katanya. “Lha wong sampeyan ki kalo tidur suaranya kayak illegal logging gitu kok. Grakgrok-grakgrok ngorok macem suara graji mesin lagi nebang pohon.”

    Mulai dari situ, semuanya tak ada yang malu-malu. Saling ejek dan ledek, namun dalam suasana canda yang cair. Jeroan masing-masing dikupas gak ada yang merasa malu. Karena pager jaim dan pager moralnya sudah dijebol bareng-bareng. Hingga akhirnya tiba-tiba terdengar suara “Broooott..!!”

    Suara itu tak asing, karena semua co-ass pernah mengeluarkannya. Semuanya terdiam saling pandang. Namun pandangan semuanya tertuju pada kang Jebol. Mungkin saat itu semua sepakat untuk berkata dalam benak masing-masing, “Iki mesti klep anusnya Kang Jebol bener-bener jebol, lha kenthut kok sampai sedahsyat itu.”

    Hanya simbah yang berani nyeletuk, “Sampeyan ki yen ngising jangan disini, galo mbesenya disana…Ambune kang-kang.”

    Kang Jebol tiba-tiba ngakak. Aktifitas kenthut yang sakral dan dijaga dengan pager moral tebal itupun pagernya runtuh seketika. Dan sejak saat itu hampir setiap saat, salah satu dari suara berikut ini hampir selalu terdengar di kamar co-ass. Kalo nggak “Duut, preet, bruut” atau setidaknya “besss”…. yang terakhir ini tidak nyaring tapi aromanya mematikan. Aktifitas kenthut yang sebelumnya dilakukan sembunyi-sembunyi penuh was-was kalo konangan, tiba-tiba dengan leluasanya bisa dilepas dengan penuh kelegaan tanpa takut ditegur. Karena pager moral yang menjaganya sudah dirubuhkan bareng-bareng dengan meletupnya klep **** kang Jebol yang ternyata bukan diingatken, ditegur atau dimarahi tapi disambut dengan renyah.

    Sebagaimana kenthut, perbuatan yang tidak pantas ataupun kemaksiatan lainnya sebenarnya memiliki pager moral yang sebelumnya sudah terbentuk secara alami dan fitrah. Pagar ini dibawa dan dibekalkan pada manusia sejak lahirnya. Sehingga perbuatan yang buruk pasti akan dirasakan memalukan jika dilakukan secara terbuka ataupun di muka umum. Walaupun sebenarnya secara pribadi ada sisi kenikmatan ketika seseorang melakukan hal yang kurang senonoh, maksiat ataupun dosa besar sekalipun.

    Namun ketika pagar moral masing-masing amal maksiat dan tak senonoh itu ambruk, dan ambruknya ini sudah pasti ada yang memulai , maka yang muncul adalah aksi maksiat dilakukan tanpa malu, dan aksi tak senonoh menjadi tidak tabu lagi dipertontonkan.

    Maka di masa dahulu, hal yang sungguh memalukan manakala seorang wanita tampak betisnya di muka umum. Pagar ini terjaga hingga akhirnya roboh ketika beberapa wanita yang bersedia menjadi pionir berani mempertontonkan tidak hanya betis, tapi juga paha dan selangkangan mereka. Awalnya banyak yang protes. Hingga akhirnya suara protes itu lama-lama tenggelam dan dianggap kuno. Sementara suara lantang yang mendukung aksi keterbukaan auroth itulah yang makin kenceng dan dianggap modern. Bahkan justru datang dari kalangan wanita sendiri, yang katanya tak ingin didikte caranya berpakaian (tapi mau didikte oleh arus fashion). Yang modern adalah yang makin tinggi roknya, makin tipis bahan kainnya dan makin menampakan sisi kefeminiman.

    Di masa lampau, hamil di luar nikah adalah hal tabu memalukan. Semua bangsa dan suku pernah mengalami masa dengan pagar moral semacam ini. Tiba-tiba pagar moral ini diterjang oleh aksi zina demonstratip dengan banyak sebutan, diantaranya “kumpul kebo”, dan tiba-tiba masyarakat jadi permisif dengan kelakukan ini. Dan jika kita mau perhatikan, pagar moral yang fitrah dan alami sudah mulai hilang. Roboh satu-persatu oleh pionir kemaksiatan yang tak pernah dicegah, ditegur ataupun dihukum dengan pantas.

    Padahal satu bangsa atau umat manakala pagar moralnya runtuh, semuanya jadi pantas namun bejat. Akan tampak di depan mata umum perbuatan maksiat dilakukan tanpa malu. Pejabat minta sogok tidak malu. Guru minta amplop agar anak didik naik ranking pun tak malu. Korupsi triliunan terbongkar tidak malu. Mahasiswa tawuran tidak tahu malu. Pelajar mbunuh pelajar malah bangga dan tidak malu. Wanita jual kehormatan tidak malu, malah dikonteskan.

    Penjebol dan perubuh pagar moral ini makin banyak berkeliaran. Ada yang berwujud artis, pejabat, LSM, profesional, kere, kyai, dlsb. Dengan robohnya pagar moral, roboh juga rasa malu. Jika sudah tidak punya malu, segalanya jadi pantas. Tak heran, malu adalah salah satu cabang iman. Tak punya malu berarti tercabut satu cabang keimanan.
    Alon-Alon Waton Klakon

  10. The Following 7 Users Say Thank You to risman For This Useful Post:

    arfanfx (04-09-2014), assef (04-06-2013), behong (04-07-2012), fx69 (02-07-2012), Givonly (10-10-2010), Mungkin Tukang Scam (11-14-2012), wannabe (06-23-2013)

  11. #7
    GURU dari MT5
    Santai
     
    risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    kampung semar (karang kadempel)
    Posts
    4,807
    Thanks
    175
    Thanked 2,930 Times in 1,321 Posts
    Husnuzhon

    Beberapa kali simbah ikut Jum’atan akhir-akhir ini, sang khatib hampir selalu membahas yang namanya bencana alam yang sedang menimpa beberapa daerah di tanah air. Gaya dan karakter materinya hampir sama, yakni memvonis korban. Hampir semua penceramah, tidak hanya di khutbah, membahas bencana yang terjadi sebagai adzab yang dikirim Allah. Yang sekaligus tersirat makna bahwa korban bencana alam adalah pihak yang pantas dihukum. Apalagi ada kyai mengaitkan jam terjadinya yakni pukul 17.16 dengan nomer surat dan ayat dalam Al Qur’an, yakni surat 17 (Al Isra) ayat 16. Wah.. ini mah gaya gathuk enthuk. Setali tiga duit sama dukun klenik.

    Simbah kadang mencoba memposisikan diri seandainya simbah korbannya, pasti sangat sakit jika di saat kehilangan harta benda, sanak family, lalu tiba-tiba divonis dengan perkataan, “Emang pantes diadzab elo pade.” Dan ngomongnya di depan mimbar, didengar ratusan bahkan ribuan orang.

    Satu contoh kasus saja, sewaktu di jalan raya mendadak ada pemuda sok jagoan bergaya bromocorah, naik motor dengan ugal-ugalan bak orang buta warna, karena lampu merah diterjang seenak udel. Dasar lagi apes atau memang hukum sebab akibat berlaku, tiba-tiba ban depannya nggiles muntahan orang gila dan keplesetlah si jagoan bromocorah tadi dengan mantabhnya. Sudah wajahnya nyungsep di parit, motornya babak bundhas lagi. Dalam kondisi seperti itu saja yang paling bijaksana adalah memberikan pertolongan dengan segera. Karena kalo tidak, sang korban bisa-bisa mati ngenggon (di tempat). Masalah akhirnya si pemuda itu nantinya dinasehati, itu entar ajalah. Tapi tentu saja nasehat diperlukan, biar nantinya tidak ugal-ugalan.

    Padahal sebenarnya bencana yang menimpa ini merupakan ujian BAGI SEMUA. Bagi yang kena musibah Allah ingin menguji seberapa sabar hamba-Nya menanggung ketentuan yang Dia tetapkan. Mengeluh apa tidak dengan jatah yang diberikan-Nya, kufur apa tidak dengan adanya nikmat yang masih Allah berikan di tengah bencana tersebut, dan sederet pertanyaan ujian yang ingin dilihat Allah jawabannya dari orang yang diuji-Nya.

    Sedangkan bagi kita yang tidak kena musibah, kita diuji bagaimana respon kita kalau saudaranya kena musibah, mau mbantu apa kagak, mau menenangkan apa menyalahkan, mau meringankan apa malah memberatkan? Ujian Allah itu ditunggu jawabannya dari kita yang masih terhindar dari bencana. Kalau gagal ujian, tidak menutup kemungkinan justru berikutnya kita tidak diuji dengan “selamat dari bencana”, bahkan mungkin kitalah yang akan diuji dengan “ditimpa bencana”.

    Cobalah berhusnuzhon dengan berbaik sangka pada saudara kita yang terkena bencana. Caranya bisa bermacam-macam, asal jangan langsung memvonis kalo bencana yang menimpa merupakan kiriman adzab. Ini menyebabkan yang mau nyumbang jadi males. Lah gimana mau simpati mau mbantu kalo korbannya dicap sebagai orang yang pantas dihukum?

    Saat ini simbah hanya bisa berhusnuzhon bahwa ini adalah jalan yang diberikan Allah untuk memberikan derajat syahid bagi saudara-saudara muslim yang kematiannya menurut hadits shahih bisa masuk kategori syahid, yakni mati tertimpa. Tentu saja yang mati lagi nyabu di diskotek trus ketimpa sound system sampai duut van modiyar nggak termasuk kriteria ini. Yang jelas mari kita bantu saudara kita yang tertimpa bencana sebagai jawaban ujian Allah bagi kita. Biar saudara kita yang tertimpa bencana bisa menjawab ujian Allah dengan kesabaran mereka dengan support bantuan dari kita.
    Alon-Alon Waton Klakon

  12. The Following 6 Users Say Thank You to risman For This Useful Post:

    arfanfx (04-09-2014), assef (04-06-2013), behong (04-07-2012), fx69 (02-07-2012), Givonly (10-10-2010), marsalfajar (02-21-2013)

  13. #8
    GURU dari MT5
    Santai
     
    risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    kampung semar (karang kadempel)
    Posts
    4,807
    Thanks
    175
    Thanked 2,930 Times in 1,321 Posts
    Serba-Serbi Rabi

    Bulan Muharram sebentar lagi lewat. Buat sebagian orang terutama wong Jowo, ini berarti akan memasuki bulan hiruk pikuk wong ewuh (orang punya hajatan), undangan hajatan pating klenyit datang ndrindil. Karena sebagaimana sudah dimaklumi, di bulan Muharram alias sasi Suro ini, tak ada seorang wong Jowo pun yang dianggep menjunjung tinggi budaya adiluhung, berani mengadakan hajatan. Kalo mingsih berani ngadain hajatan atau nduwe ewuh, maka dia harus siap-siap berhadapan dengan ratu danyang Nyi Roro Kidul… konon.

    Itu hanyalah satu diantara pernak-pernik dan serba-serbi dunia perabian atawa pernikahan. Memang di era yang dibilang tambah modern ini, nasib para bujang dihadapkan dengan ujian berat. Ada 2 kemungkinan yang harus dihadapi.

    Pertama, menunda nikah untuk menyiapkan segala uborampe dan tetek bengek asesoris pernikahan yang dibutuhkan. Dengan resiko tiap hari harus berulang kali clegak-cleguk menelan ludah menahan napsu syahwat yang sliwar-sliwer di depan hidungnya. Mulai dari godaan kelas teri langsing, sampai godaan kelas kakap bunting. Di kantor, di tipi, bahkan di jalan-jalan, kembola-kembali dipertontonkan area sampil. Akhirnya untuk mempertahankan status kebujangannya harus berjibaku melawan kekuatan arus bawah.

    Kedua,segera menikah alias nikah muda, dengan alasan menghindari zina. Ini pun ada yang murni niatnya lurus untuk ngibadah, namun ada juga yang sebenarnya hanya sekedar menuruti ketertarikan syahwat yang bersifat temporer.

    Disebut nikah muda, biasanya diukur dari usia pelakunya. Bukan dari kedewasaan berpikirnya. Padahal ada juga yang nikahnya sudah setengah bangkotan, tapi kelakuannya masih kekanak-kanakan. Lha habis ijab kabul, mempelai lakinya bukannya bulan madu, tapi malah asik menghabiskan malam bulan madu dengan main Winning Eleven dan melahap satu season koleksi Narutonya, sementara isterinya dengan nggondoknya menunggu shubuh.

    Dua minggu yang lalu, simbah ditelepon seseorang yang ingin mencari surat keterangan sakit. Gak tanggung-tanggung, minta istirahat selama satu semester, bahkan kalo perlu setahun. Yang nelpon adalah satu pasangan nikah muda, bahkan masih muda. Terutama yang wanitanya, baru seusia anak SMA kelas dua. Miturut keterangan yang simbah terima dari suaminya, pernikahan mereka murni karena ngibadah. Ingin menjauhkan diri dari zina.

    Permasalahan muncul manakala isterinya hamil, padahal masih terdaptar di satu SMA, duduk di kelas 2. Suaminya bingung, kalo jujur bahwa sang wanita siswa SMA itu sudah nikah, maka resikonya dikeluarkan. Mimpi meraih ijasah SMA pun terkubur. Maka dengan mantabhnya sang suami berbohong pada dewan guru bahwa sang isteri adalah adiknya. Yang namanya ibu hamil, tentu saja perutnya makin lama makin gembul. Untuk menutupinya, si suami berbohong, bahwa isteri yang diakui sebagai adik itu sedang sakit liver. Maka mereka minta ijin buat berobat ke luar kota selama setahun. Di sinilah peran simbah dibutuhkan, yakni mbikin surat keterangan sakit dan sedang menjalani pengobatan. Hweleh-hweleh….. lelakon…

    Maka saat itu simbah kasih nasehat :

    “Begini ya kang… simbah kasih saran, sampeyan datangi saja Kepala Sekolah dan dewan gurunya, lalu berterusteranglah pada mereka, bahwa si genduk yang mbobot (hamil) itu adalah isteri syah sampeyan. Ini akan menghentikan rentetan kebohongan yang nanti dibutuhkan guna menutupi kebohongan sebelumnya. Lagian sampeyan nikah kan dalam rangka ngibadah.. ya banggalah dengan pernikahan itu. Jalani pernikahan sampeyan dengan kepala tegak, dan tunjukkan pada orang-orang di sekitar sampeyan bahwa apa yang sampeyan jalani itu bagus, mulia dan tak perlu disembunyikan. Bagaimana sampeyan berharap orang lain melihat pernikahan sampeyan itu sebagai sesuatu yang baik, kalau sampeyan sendiri saja yang menjalani pernikahan itu, masih memandang pernikahannya sendiri dengan pandangan malu dan patut disembunyikan…..”

    Simbah tak bisa melanjutkan wejangan simbah, karena di ujung telepon sana sang suami mengaku HP nya Low batt…. Dari keterangan salah seorang sohib, simbah mengetahui bahwa pasangan suami isteri itu nikah sirri, yakni pernikahannya tidak didaftarkan di KUA. Ya tentu saja, karena sang isteri masih dihitung di bawah umur untuk melakukan nikah syah berdasar UU Perkawinan yang berlaku.

    Bagi yang mau nikah muda, persiapkan kedewasaan sampeyan. Usia boleh muda, tapi dewasalah jika memang mau serius nikah. Dan jangan lupa, luruskan niat, jangan hanya meluruskan posisi celananya doang. Sedangkan bagi sampeyan yang masih bujang dan sudah mendekati lapuk, segeralah untuk serius menapaki dunia berikutnya. Konon semakin tambah lapuk, semakin tambah takut buat nikah. Salah seorang dosen senior simbah kasih wejangan pada satu dokter yunior yang sudah bangkotan tapi gak nikah-nikah… :

    “Oalah.. dul..dul.. Lha puluhan tahun kok si geyong cuma jadi jalan uyuh saja.. opo gak kasihan… "

    ps. yang penting jangan jadi barisan IPTN (Ikatan Pemuda Telat Nikah)...
    Last edited by risman; 10-03-2010 at 06:11 AM.
    Alon-Alon Waton Klakon

  14. The Following 4 Users Say Thank You to risman For This Useful Post:

    arfanfx (04-09-2014), behong (04-07-2012), fx69 (02-07-2012), Givonly (10-10-2010)

  15. #9
    GURU dari MT5
    Santai
     
    risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman has a brilliant future risman's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    kampung semar (karang kadempel)
    Posts
    4,807
    Thanks
    175
    Thanked 2,930 Times in 1,321 Posts
    PERJALANAN HIDUP

    Pagi ini simbah menemui roti yang disimpen di lemari mulai berjamur. Masih sedikit memang, tapi alamat roti itu harus segera dihabiskan. Simbah inget wejangan salah seorang ulama tentang cerita sepotong roti. Sepotong roti yang siap kita santap itu sebenarnya telah mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi roti. Bahkan sekian ribu tangan terlibat di dalam pembuatannya.

    Sebagaimana diketahui, komponen bahan roti setidaknya adalah gandum, mentega/margarine, telor dan pengembang. Cerita tentang gandum saja sudah melibatkan ribuan tangan. Petaninya, penjualnya, distributornya sampai industri pengolahannya. Belum cerita tentang telor, pasti akan melibatkan petaninya, industri pakan ayam, pembibitan ayam, distribusi telornya, hingga penjualan ecerannya. Intinya sepotong roti yang kita makan itu telah melibatkan banyak tangan sampai akhirnya menjadi roti yang siap santap di depan kita.

    Itulah gambaran individu manusia. Kita hidup dibentuk oleh perjalanan hidup kita. Manusia memandang hidup sesuai dengan apa yang sebelumnya dia baca, dia lihat, dia alami, dan dia rasakan. Dari sinilah nantinya ilmu kejiwaan dapat membaca profil dan karakter seseorang.

    Ketika seseorang ngeciwis dan ngomyang ngalor ngidul bahwa yang namanya perkawinan itu tidak perlu, karena cinta tidak perlu dilembagakan, maka itu tercetus dari apa yang dia alami, dia baca dan dia rasakan. Bisa saja dikarenakan bacaan-bacaan yang dia lahap adalah bacaan model gituan. Atau dia pernah mengalami perkawinan yang menyeramkan, dimana suaminya kejem dan suka njotosi isterinya, atau isterinya matre nggrogoti duitnya. Atau dia pernah kawin cerai sepuluh kali, dimana di awal perkawinan si suami atau isteri bilang ai lop yu, tapi begitu cerai yang muncul kata bajinguk dan pelacur. Atau mungkin memang si oknum ini suka free ***, ngecer-ngecer lendir sak nggon-nggon, atau wanita yang suka ngobral dalan bayek, sehingga perkawinan itu gak perlu. Yang jelas golongan orang ini jarang atau memang gak pernah diberi kesempatan melihat keluarga bahagia yang diikat dengan tali perkawinan yang syah.

    Simbah pernah denger omongan yang menyatakan bahwa, “Di jaman ini gak mungkin hidup tanpa riba. Kita butuh riba dan harus mau menjalankan riba, barulah ekonomi bisa berjalan.” Orang yang ngomong ini kebetulan segala segi hidupnya ditopang oleh kredit berbunga. Rumahnya, motornya, mobilnya, bahkan segala perabot rumah tangganya, dibiayai dengan kredit berbunga dengan jangka waktu tertentu. Dia gak bisa membayangkan orang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa kredit berbunga. Gak masuk nalar dia, karena itulah yang dia alami, dia lihat dan dia rasakan berpuluh-puluh tahun, sehingga hampir menjadi satu ideologi. Dia terhalang dari kenyataan hidup bahwa beribu-ribu bahkan berjuta manusia, bisa punya motor, rumah, mobil ataupun perabotan rumah tanpa kredit. Bukan orang kaya, bukan konglomerat, bahkan mlarat ngempet, tapi hidup jauh dari kredit berbunga alias riba.

    Itu jugalah yang mendasari seseorang bilang bahwa nikah tanpa pacaran dahulu adalah imposible, polygami bisa bahagia adalah dusta, Al Qur’an mengatur negara adalah mimpi, ustadz bisa hidup tanpa menerima amplop adalah nonsens, dan setumpuk omongan lainnya, macem lokalisasi adalah perlu karena pelacuran gak bisa diberantas, dan perjudian gak bisa dihilangkan.

    Sayangnya, apa yang dialami, dibaca, dlihat dan dirasa oleh individu-individu di negeri ini cenderung menuju ke arah yang bertentangan dengan aturan Sang Pencipta. Maka satu generasi ke depan ini nanti, akan semakin banyak omongan-omongan yang ngalor ngidul, semakin bengkok dan sak karepe dewe.

    Satu sabda Nabi menunjukkan bahwa Allah mengikuti persangkaan hamba-Nya. Jika seseorang memandang dan yakin bahwa cari makan yang haram saja susah apalagi yang halal…. maka seumur hidupnya akan dipersulit sama Yang Maha Pemberi Rejeki untuk mendapat barang halal. Jalan rejekinya selalu dikasih dari jalan haram.

    Jika seseorang yakin bahwa kita hidup tak bisa terlepas dari riba alias kredit berbunga, maka seumur hidupnya akan dibikin begitu sama yang Ngecat Tomat. Jika seseorang yakin perjudian gak akan bisa diberantas, maka selamanya dia tidak akan mendukung diberantasnya perjudian. Bahkan ketika dikatakan padanya bahwa judi sudah berhasil diberantas, tetep saja tidak akan percaya. Malah akan dia bikin lokalisasi judi yang isinya dia sendiri.

    Bagi kebanyakan orang, pandangan, keyakinan, dan pendapatnya turut dibentuk oleh perjalanan hidupnya. Dari apa yang dilihat, dirasa, dibaca, dan dialami. Hanya seseorang yang memiliki keyakinan yang kokohlah yang memiliki pendapat, keyakinan dan pandangan hidup yang tidak terpengaruh oleh perjalanan hidup. Justru perjalanan hidupnya akan dibentuk dan dialami sesuai dengan pemahaman dan pandangan yang dia yakini.
    Alon-Alon Waton Klakon

  16. The Following 4 Users Say Thank You to risman For This Useful Post:

    arfanfx (04-09-2014), behong (04-07-2012), Givonly (10-10-2010), pit_onthel (11-19-2010)

  17. <a href="http://www.mt5.com/id/">Forex Portal MT5</a>
  18. #10
    Veteran Honorer MT5
    Berani
     
    alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa is a glorious beacon of light alventa's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    http://www.instaforex.com/
    Posts
    11,717
    Accumulated bonus
    1568.95 USD (What is this?)
    Thanks
    1,289
    Thanked 570 Times in 506 Posts
    Black Frame Talent: Kontes Demotivator pada Forum MT5.com
    Mantaps gan,, akan saya save ini hihihi
    Gan kalau saya lebih tertarik untuk jadi IPTN (Ikatan Pemuda Tukang Nikah)

Reply to Thread
Page 1 of 21
1 2 3 11 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts